728x90 AdSpace

atribusi

RENUNGAN

RENUNGAN

Selasa, 23 Januari 2018

DOA UNTUK YANG TELAH TIADA OLEH WAKTU

Photo Dok keluarga Duka 
Bapa Ade yang kini tiada oleh sang waktu ...
Rasanya baru kemarin aku masih sempat melihatmu tersenyum meski penuh dengan rasa sakit.
Dan engkau masih mampu membuatku mengerti tentang bagaimana caranya hidup penuh kesederhanaan dan membimbingku sampai aku tahu makna hidup jika tanpa agama.
Meski aku bukan bagian dari anakmu yang engkau banggakan. Maafkan aku.

Bapa Ade....
Sekarang kau telah pergi dan tangis ini tak membuat engkau kembali lagi untuk memberiku kesempatan merangkulmu lagi saat engkau mulai rapuh dan tak berdaya.
Padahal sebelum aku mengenalmu, katanya engkau begitu tegak saat berdiri dan tak pernah rapuh.

Namun perjumpaan itu membuatku tak percaya.
Ku lihat kau bagai rumah kehilangan pondasinya.
Bagai pohon kehilangan rantingnya dan bagai laut tanpa buihnya.
Dan kini kau telah roboh karena badai, angin yang begitu kejam menyambarmu, namun sesungguhnya masih penuh misteri dan tanda tanya.
Siapakah dia yang telah merobohkanmu? Hingga badai dan angin menjadi perumpama.
Kenapa kau pergi sebelum mengatakannya kepadaku?

Tuhan, apakah doa ini tak cukup untuk menyelamatkannya dari badai itu?
Jejak langkahku tiada berarti tanpa doanya dan tanpa hembusan nafasnya.
Dia pun bukanlah hamba yang tidak pernah tak menerima nasib yang harus dia jalani. Sendiri.
Tuhan, lihatlah putrinya yang masih merindukan raut wajahnya? Keluarga yang sangat kehilangannya dan aku yang masih butuh kata-kata penyemangat itu.
Namun dia telah pergi, Tuhan. Atau kah ini keadilan-Mu?
Semoga doa ini dapat mengubur dosaku yang telah ikut bersamanya menghadap Yang kuasa.

Bapa Ade....
Rasanya tak ada lagi yang harus aku ucap atas kehilanganmu ini selain kata perpisahan.
Padahal aku, disepanjang hidupku masih inginbersamamu lagi .
Masuk ke rumahmu dan mencium tanganmu.
Tapi kini aku sadar harapanku tak selamanya sama dengan rencana Tuhan
Hanya tinggal doa yang masih bisa ku titipkan lewat jalan yang tak ada awal dan tak ada akhir.
Tuhan Maha Kuasa dan Maha Mengkhendaki.
Semoga ini menjadi teman untuk kehidupanmu yang indah di hadapanmu

Bapa Ade....
Meski kau telah pergi, cintamu akan selau mengalir bersama darahku yang masih memberiku hidup di alam yang sementara ini.
Senyumku akan selalu aku ingat sebagai senyum yang aku yakin itu adalah senyum surga yang telah Tuhan titipkan kepadamu. Bukan seperti senyumku, yang untukku saja menuai banyak luka.

Bapa Ade....
Maafkan aku yang selama ini teramat menyayangimu meskipun engkau tak tahu.
Terima kasih atas segala cinta, kasih sayang yang telah memberi penerang dalam gelapnya hatiku.
Semoga doa ini menjadi prasasti bagi kedamaian hidupmu.
Tuhan, tempatkan dia dalam istana surga-Mu. Terindah dan Anugrahmu. Amin.



Jumat, 19 Januari 2018

Pribadi mu itu luar biasa bukan spontan

Photo Nogey Black Tebai
Jangan hina pribadi anda dengan kepalsuan karena dialah mutiara diri anda yang tak ternilai.
.kesopanan adalah pengaman yang baik bagi keburukan lainnya.
Rasa sakit membuatmu lebih kuat. Rasa takut membuatmu lebih berani. Patah hati membuatmu lebih bijaksana.
Ketika kehidupan tidak kamu jalani dengan penuh kesungguhan, maka kamu akan menjalaninya dengan penuh kelemahan.
Tak semua tawa berarti bahagia. Tetapi sering kali tawa adalah penutup hati yang tengah terluka.
Tak semua air mata berarti duka. Terkadang tangisan adalah kebahagiaan yang tak mampu diungkapkan oleh lisan.
Kamu tak akan bisa membuat semua orang bahagia, namun kamu pasti bisa membuat seseorang bahagia karena dirimu bahagia.
Setiap pekerjaan dapat diselesaikan dengan mudah bila dikerjakan tanpa keengganan.

Selasa, 03 Oktober 2017

AGRARIA DAN PEREMPUAN PAPUA

BERITA PAPUA