728x90 AdSpace

atribusi

RENUNGAN

RENUNGAN

Senin, 28 Juli 2014

Tujuan dari belajar Alkitab adalah supaya kita dapat bertindak hati-hati sesuai dengan segala yg tertulis di dalamnya

Shalom,
Hampir semua orang Kristen dari anak sekolah minggu sampai orang tua, jika ditanya: Apa pohon yg ada di tengah taman Eden - akan menjawab: pohon pengetahuan tentang yg baik & yg jahat. Itu adalah pohon larangan, & jika dimakan buahnya nanti akan mati. Buah pohon itu yg dimakan oleh Adam & Hawa pada saat jatuh dalam dosa sehingga diusir dari taman Eden. Itulah yg diajarkan oleh para guru sekolah minggu maupun khotbah di gereja.
Akan tetapi sebenarnya di tengah taman Eden bukan hanya terdapat pohon larangan itu saja! Ternyata TUHAN menempatkan satu pohon lagi yg terluput dari perhatian orang Kristen di sepanjang masa, yaitu : POHON KEHIDUPAN!
Kejadian 2:9 Lalu TUHAN ALLAH menumbuhkan berbagai-bagai pohon dari bumi, yg menarik & yg baik untuk dimakan buahnya; & pohon kehidupan di tengah-tengah taman itu, serta pohon pengetahuan tentang yg baik & yg jahat.
Jadi di tengah taman Eden, TUHAN menempatkan DUA POHON yg memiliki dua karakter yg bertolak belakang yaitu :
1. Pohon Kehidupan
2. Pohon Kematian (Pohon pengetahuan tentang yg baik & yg jahat)
Pohon Kehidupan
Pohon kehidupan ini sebenarnya jauh lebih penting & berguna daripada Pohon Kematian, karena jika Adam/Hawa memakan buahnya maka mereka akan hidup selama-lamanya.
Kejadian 3:22 Berfirmanlah TUHAN ALLAH: "Sesungguhnya manusia itu telah menjadi seperti salah satu dari Kita, tahu tentang yg baik & yg jahat; maka sekarang jangan sampai ia mengulurkan tangannya & mengambil pula dari buah pohon kehidupan itu & memakannya, sehingga ia hidup untuk selama-lamanya."
Begitu pentingnya pohon kehidupan ini, sehingga ketika Adam & Hawa diusir keluar dari taman Eden maka TUHAN merasa perlu untuk menjaga jalan ke pohon kehidupan dengan beberapa malaikat dengan pedang yg bernyala-nyala & menyambar-nyambar agar manusia yg telah jatuh dalam dosa tidak bisa mendatangi & memakan buahnya.
Kejadian 3:24 Ia menghalau manusia itu & di sebelah timur taman Eden ditempatkan-NYAlah beberapa kerub dengan pedang yg bernyala-nyala & menyambar-nyambar, untuk menjaga jalan ke pohon kehidupan.
Jadi yg dijaga oleh malaikat bukan jalan ke taman Eden seperti yg biasa diceritakan oleh guru-guru sekolah minggu, tetapi jalan di sebelah timur taman Eden yg menuju ke pohon kehidupan.
Pohon larangan
Ketika TUHAN memberi perintah mengenai pohon yg ada di tengah taman Eden, ternyata larangan memakan hanya berlaku bagi satu pohon saja, yaitu : pohon kematian (pohon pengetahuan yg baik & jahat), sedangkan buah pohon kehidupan tidak dikenai larangan itu.
Jadi sebetulnya Adam & Hawa diperbolehkan untuk makan buah pohon kehidupan supaya bisa hidup kekal. Akan tetapi apa yg terjadi?
Selama Adam melaksanakan kehidupan awalnya, dengan memberi nama satu persatu bagi binatang-binatang yg datang padanya sampai sesudah mendapat pasangan hidup (Hawa), manusia tidak mempunyai keinginan untuk mengulurkan tangannya terhadap buah pohon kehidupan. Justru sebaliknya mereka memilih untuk makan buah pohon kematian mengikuti bujukan iblis. Sungguh ironis!
Dua pohon di tengah taman Eden
Mengapa TUHAN menempatkan dua pohon di tengah taman Eden, yaitu pohon kehidupan & pohon kematian? Tujuannya adalah supaya manusia dengan kehendak bebasnya memilih: kehidupan atau kematian. Tentu saja, TUHAN ingin agar manusia memilih kehidupan daripada kematian. TUHAN menciptakan manusia supaya manusia mengasihi ALLAH dengan seluruh kehendak bebas & segenap hatinya, bukan dengan sedih hati atau paksaan.
Akan tetapi yg terjadi justru sebaliknya - Manusia dengan kehendak bebasnya lebih memilih pohon kematian. Manusia memilih kematian daripada kehidupan.
Kehidupan & kematian
Ternyata di dunia ini TUHAN masih saja memberikan dua pilihan seperti pada saat manusia tinggal di taman Eden yaitu : kehidupan & kematian. TUHAN ingin, manusia memilih kehidupan yg diberikan TUHAN dengan kehendak bebasnya, dengan sepenuh hatinya bukan dengan paksaan.
Akan tetapi sejarah manusia membuktikan, bahwa manusia lebih memilih kematian daripada kehidupan.
Kain memilih membunuh Habel, walaupun sudah diperingatkan TUHAN untuk melawan dosa
Manusia seluruh dunia lebih memilih kematian, sekalipun selama puluhan tahun Nuh menyampaikan kabar keselamatan supaya masuk ke dalam bahtera yg sedang dibuatnya.
Bangsa Israel di padang gurun memilih kematian, dengan mempercayai 10 orang pengintai daripada Kaleb & Yosua – sehingga semua laki-laki dewasa habis mati selama 40 tahun di padang gurun.
Musa dengan tegas & jelas menawarkan kepada seluruh bangsa Israel sebelum masuk ke tanah perjanjian : pilihlah kehidupan & kematian, berkat & kutuk. Tetapi bangsa Israel di tanah Kanaan lebih memilih kematian daripada memilih kehidupan yg disampaikan oleh Musa & Yosua, sehingga TUHAN memberikan berbagai hukuman melalui bangsa-bangsa di sekitarnya & menolong melalui para hakim.
Ulangan 30: 19 Aku memanggil langit & bumi menjadi saksi terhadap kamu pada hari ini: kepadamu kuperhadapkan kehidupan & kematian, berkat & kutuk. Pilihlah kehidupan, supaya engkau hidup, baik engkau maupun keturunanmu.
Raja-raja Israel memilih kutuk & kematian, sekalipun TUHAN menawarkan kehidupan & berkat yg berkelimpahan. Raja-raja israel memilih kematian dengan sujud menyembah berhala & akhirnya kerajaan Israel harus dibuang ke Asyur & kerajaan Yehuda ke Babel.
Di Perjanjian Baru, TUHAN menawarkan supaya manusia memilih jalan, kebenaran & hidup dengan beriman kepada TUHAN YESUS. Tetapi manusia memilih kematian dengan menyalibkanNYA.
Sampai sekarang di gereja, TUHAN tetap menawarkan kehidupan dengan setia menjadi pelaku Firman TUHAN serta bertahan menang untuk memperoleh mahkota kehidupan. Tetapi lebih banyak orang Kristen yg memilih kematian dengan hidup bertekun dalam dosa & kecemaran hidup serta dengan bangga berkata : sekali selamat tetap selamat.
Alkitab menubuatkan - di akhir jaman sekalipun, pada saat dunia dihukum dengan berbagai-bagai malapetaka & penyakit, TUHAN menawarkan supaya manusia memilih kehidupan dengan bertobat - ternyata manusia tetap lebih memilih kematian dengan tidak mau bertobat dari perbuatan-perbuatan mereka.
Wahyu 9:20 Tetapi manusia lain, yg tidak mati oleh malapetaka itu, tidak juga bertobat dari perbuatan tangan mereka: mereka tidak berhenti menyembah roh-roh jahat & berhala-berhala dari emas & perak, dari tembaga, batu & kayu yg tidak dapat melihat atau mendengar atau berjalan.
Wahyu 16:9 & manusia dihanguskan oleh panas api yg dahsyat, & mereka menghujat nama ALLAH yg berkuasa atas malapetaka-malapetaka itu & mereka tidak bertobat untuk memuliakan Dia.
Wahyu 16:11 & mereka menghujat ALLAH yg di sorga karena kesakitan & karena bisul mereka, tetapi mereka tidak bertobat dari perbuatan-perbuatan mereka.
Di mana pohon kehidupan
Sekarang, pohon kehidupan bisa ditemui di surga di samping kanan & kiri sungai yg ada di tengah jalan Kota Kudus. Pohon-pohon kehidupan itu berbuah dua belas kali, tiap-tiap bulan sekali; & daun pohon-pohon itu dipakai untuk menyembuhkan bangsa-bangsa.
Wahyu 22:2 Di tengah-tengah jalan kota itu, yaitu di seberang-menyeberang sungai itu, ada pohon-pohon kehidupan yg berbuah dua belas kali, tiap-tiap bulan sekali; & daun pohon-pohon itu dipakai untuk menyembuhkan bangsa-bangsa.
Setiap orang yg memilih kehidupan dengan percaya YESUS sebagai TUHAN & Juru Selamat & setia menjadi pelaku Firman memiliki hak atas pohon kehidupan & masuk melalui pintu gerbang surga.
Wahyu 22:14 Berbahagialah mereka yg membasuh jubahnya. Mereka akan memperoleh hak atas pohon-pohon kehidupan & masuk melalui pintu-pintu gerbang ke dalam kota itu.
Saudaraku yg terkasih,
Saat ini, TUHAN tetap menawarkan dua pilihan kepada kita sama seperti pilihan yg diberikan kepada Adam & Hawa, yaitu : kehidupan atau kematian, berkat atau kutuk. Apakah kita dengan kehendak bebas & sepenuh hati lebih memilih kehidupan daripada kematian, lebih memilih berkat daripada kutuk?
Dengan pertolongan Roh Kudus & kasih KRISTUS, sebaiknya kita beserta keluarga memilih kehidupan supaya kita hidup, baik kita maupun keturunan kita dengan mengasihi TUHAN, mendengarkan suaraNYA & berpaut padaNYA.
Ulangan 30:19-20 Pilihlah kehidupan, supaya engkau hidup, baik engkau maupun keturunanmu, dengan mengasihi TUHAN, ALLAHmu, mendengarkan suara-NYA & berpaut pada-NYA, sebab hal itu berarti hidupmu & lanjut umurmu untuk tinggal di tanah yg dijanjikan TUHAN ...

Imanuel, TUHAN YESUS memberkati kita semua. Amin.

"KEMANAKAH POHON KEHIDUPAN ITU?"


"KEMANAKAH POHON KEHIDUPAN ITU?"
(1/1)
pa_ul:
Manusia pertama, Adam & Hawa ditempatkan Tuhan di Taman Eden,
yang menurut Alkitab terletak di sebelah Timur.
Taman Eden ini ditumbuhi dgn berbagai pohon yang menarik & baik buahnya untuk dimakan.
Di tengah taman itu Tuhan menempatkan pohon kehidupan dan pohon pengetahuan yang baik dan jahat.

Di taman ini juga mengalir empat buah sungai yang membasahi Taman Eden itu.
Sungai yang pertama Pison, sungai yang kedua Gihon, yang ke tiga Tigris dan yang ke empat Efrat.
Pada masa kini hanya tinggal tiga sungai yang masih ada, diperkirakan karena letaknya.
Sedangkan sebuah sungai yaitu Sungai Pison diduga telah lenyap karena perubahan permukaan bumi.

Ketika manusia tidak taat, dan memilih untuk memakan buah pengetahuan yang baik dan jahat, maka mereka menjadi tahu tentang yang baik dan yang jahat. Oleh sebab itu Tuhan mengusir mereka dari Taman Eden, karena Tuhan khawatir kalau2 manusia yang sudah berdosa ini memakan buah pohon kehidupan sehingga mereka akan hidup kekal dalam dosa2nya.

Lalu sejak manusia diusir dari Taman Eden, kemanakah pohon kehidupan itu?
Kalau demikian bagaimana supaya manusia yang sudah berdosa itu dapat hidup kekal?
Tuhan telah merencanakan semuanya, kalaupun Tuhan mengangkat pohon kehidupan itu dari Taman Eden,
namun Dia menggantikannya dengan YESUS sebagai pohon kehidupan itu dan mengirimkan-Nya ke tengah2 dunia,
supaya barangsiapa yang mau percaya kepada-Nya maka dia akan di kuduskan dan beroleh hidup yang kekal.

Apakah teman2 mempunyai pandangan lain / komen mengenai kemana pohon kehidupan itu? Silakan kita berbagi di Trit ini.
GBU all

Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal,
supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal. 
Yohanes 3:16

amidya:
Shalom Bapak Paul,

Ketika Adam dan Hawa diciptakan, kemudian Allah menempatkan mereka di Taman Eden. Kitab Kejadian menuliskan letak taman itu dan sekaligus menuliskan bahwa, "Di tengah taman itu Tuhan menempatkan pohon kehidupan dan pohon pengetahuan yang baik dan jahat." Sebagaimana yang sudah dituliskan dalam Alkitab, bahwa Adam dan Hawa memetik buah pohon pengetahuan yang baik dan jahat, kemudian memakannya. Manusia tidak melakukan apa yang diperintahkan oleh Tuhan, maka manusia pun jatuh ke dalam dosa.

Secara rasio, mungkin beberapa orang berpikir demikian, "Hawa bisa mengambil buah dari pohon pengetahuan yang baik dan jahat, lalu, dimanakah pohon kehidupan? Kenapa Hawa tidak mengambil buah dari pohon kehidupan?" Berdasarkan hal ini, saya ingin menjawab bahwa pohon kehidupan ada di taman Eden. Saya memiliki pandangan bahwa Taman Eden berada di bumi, dengan bukti bahwa keempat sungai tersebut ada di bumi, tepatnya di kawasan Mesopotamia. Memang yang tersohor hanyalah sungai Efrat, tetapi saya pernah membaca bahwa sungai yang lainnya telah hilang bersama dengan perubahan iklim dan suhu di bumi. Tetapi, apabila dilihat dari atas, kita bisa melihat alur-alur sungai-sungai itu masih ada.

Dimanakah pohon kehidupan? Saya memiliki pandangan, mungkin pohon ini disembunyikan oleh Allah. Allah tidak mau manusia dengan lancang mengambil buah dari pohon ini, karena pada masanya nanti Allah akan memberikan buah dari pohon kehidupan kepada umat-Nya. Hingga dalam Wahyu 22, kembali dituliskan di Yerusalem yang baru, pohon-pohon kehidupan ada. Mungkin, kemuliaan Allah menutupi sejenak keberadaan pohon ini, tetapi dalam kehidupan yang kekal keberadaan pohon ini akan disingkapkan. Demikian pandangan saya, terima kasih.

Tuhan Yesus Memberkati

Salam,
Amidya
pa_ul:
Quote from: amidya on November 10, 2013, 09:52:34 PM

Shalom Bapak Paul,

Ketika Adam dan Hawa diciptakan, kemudian Allah menempatkan mereka di Taman Eden. Kitab Kejadian menuliskan letak taman itu dan sekaligus menuliskan bahwa, "Di tengah taman itu Tuhan menempatkan pohon kehidupan dan pohon pengetahuan yang baik dan jahat." Sebagaimana yang sudah dituliskan dalam Alkitab, bahwa Adam dan Hawa memetik buah pohon pengetahuan yang baik dan jahat, kemudian memakannya. Manusia tidak melakukan apa yang diperintahkan oleh Tuhan, maka manusia pun jatuh ke dalam dosa.

Secara rasio, mungkin beberapa orang berpikir demikian, "Hawa bisa mengambil buah dari pohon pengetahuan yang baik dan jahat, lalu, dimanakah pohon kehidupan? Kenapa Hawa tidak mengambil buah dari pohon kehidupan?" Berdasarkan hal ini, saya ingin menjawab bahwa pohon kehidupan ada di taman Eden. Saya memiliki pandangan bahwa Taman Eden berada di bumi, dengan bukti bahwa keempat sungai tersebut ada di bumi, tepatnya di kawasan Mesopotamia. Memang yang tersohor hanyalah sungai Efrat, tetapi saya pernah membaca bahwa sungai yang lainnya telah hilang bersama dengan perubahan iklim dan suhu di bumi. Tetapi, apabila dilihat dari atas, kita bisa melihat alur-alur sungai-sungai itu masih ada.

Setuju, itu sdh saya jelaskan:
Quote from: pa_ul on April 10, 2013, 09:54:47 PM

Di taman ini juga mengalir empat buah sungai yang membasahi Taman Eden itu.
Sungai yang pertama Pison, sungai yang kedua Gihon, yang ke tiga Tigris dan yang ke empat Efrat.
Pada masa kini hanya tinggal tiga sungai yang masih ada, diperkirakan karena letaknya.
Sedangkan sebuah sungai yaitu Sungai Pison diduga telah lenyap karena perubahan permukaan bumi.


Quote from: amidya on November 10, 2013, 09:52:34 PM

Dimanakah pohon kehidupan? Saya memiliki pandangan, mungkin pohon ini disembunyikan oleh Allah. Allah tidak mau manusia dengan lancang mengambil buah dari pohon ini, karena pada masanya nanti Allah akan memberikan buah dari pohon kehidupan kepada umat-Nya. Hingga dalam Wahyu 22, kembali dituliskan di Yerusalem yang baru, pohon-pohon kehidupan ada. Mungkin, kemuliaan Allah menutupi sejenak keberadaan pohon ini, tetapi dalam kehidupan yang kekal keberadaan pohon ini akan disingkapkan. Demikian pandangan saya, terima kasih.

Tuhan Yesus Memberkati

Salam,
Amidya

Manusia diusir dari tmn Eden spy tdk makan buah pohon kehidupan > dicegah spy tdk hidup kekal dlm keadaan berdosa
Kejadian  3:22 Berfirmanlah TUHAN Allah: "Sesungguhnya manusia itu telah menjadi seperti salah satu dari Kita, tahu tentang yang baik dan yang jahat; maka sekarang jangan sampai ia mengulurkan tangannya dan mengambil pula dari buah pohon kehidupan itu dan memakannya, sehingga ia hidup untuk selama-lamanya."

Pernah terpikirkan bagaimana spy bisa masuk Yerusalem Baru?
Bukankah mereka yg sdh memiliki hidup kekal baru dpt masuk Yerusalem Baru?
Untuk apa makan buah pohon kehidupan kalau sdh hidup kekal?
Oleh sebab itu lebih pas dikatakan kalau pohon kehidupan itu adalah Yesus yg turun ke dunia,
karena hanya dgn percaya Yesus maka kita bisa memiliki hidup kekal, dan masuk Yerusalem Baru
dan pohon kehidupan dlm kitab wahyu itu adalah Kristus, dimana kita bisa berada bersama dan menikmati kehadiran-Nya berulang2 sepanjang masa.
Thx, JBU
Navigation

ADAM DAN HAWA TERGODA ULAR



B&K


k&B

Adam dan Hawwa tergoda oleh ular,
Pasangan manusia pertama tinggal di Taman Eden. Al Qur'an berbicara tentang Adam dan istrinya. Secara abstrak Alkitab berbicara tentang laki-laki dan kemudian perempuan, yang diciptakan dari tulang rusuknya, bergabung dengannya tinggal di Taman Eden. Di dalam taman surgawi ini, mereka diizinkan untuk menikmati segala kelimpahan. Tetapi kedua Kitab Suci melarang buah dari satu pohon tertentu. Dalam Alkitab, pohon tersebut adalah pohon pengetahuan tentang yang baik dan jahat; dalam Al Qur'an, pohon itu mewakili tindakan pelanggaran.

Kedua Kitab Suci menceritakan bagaimana laki-laki dan perempuan makan dari pohon tersebut. Mereka tergoda oleh bujuk rayu ular (Alkitab) atau setan (Al Qur'an) untuk melakukan tindakan ketidaktaatan itu. Oleh karena itu mereka kehilangan surga. Dalam Alkitab, perempuanlah yang melakukan dosa pertama. Pasangan ini diusir dari Taman Eden. Malaikat dengan pedang berapi berdiri menjaga gerbang yang telah tertutup untuk selama-lamanya. Sejak saat itu manusia terbebani oleh dosa. Inilah sumber dari konsep Kristen tentang dosa asal yang diwarisi oleh setiap manusia yang lahir ke dunia. Penebusan dibawa oleh Yesus Kristus dan dosa dihanyutkan dalam baptisan.

Dalam Al Qur'an, pasangan manusia ini bersama-sama melakukan pelanggaran. Keduanya kemudian bertobat dan keduanya diampuni. Oleh karena itu anak-anak mereka lahir tanpa pengetahuan akan dosa, Al Qur'an menyatakannya sebagai berikut:

Dan Allah mengeluarkan kamu dari perut ibumu dalam keadaan tidak mengetahui sesuatupun; 16 An-Nahl (Lebah), 78

Dalam Al Qur'an Adam dan istrinya juga harus meninggalkan surga, untuk mencari nafkah di bumi dan kembali ke bumi setelah kematian. Namun, jika mereka menjalani kehidupan yang baik di bumi maka mereka mungkin dapat dibangkitkan dan kembali ke Taman Eden, sebagaimana dengan sangat jelas diungkapkan dalam terjemahan Dawood.

Bijbel k&B Bijbel

Taman Eden

TUHAN Allah membuat taman di Eden, di sebelah timur; disitulah ditempatkan-Nya manusia yang dibentuk-Nya itu. Lalu TUHAN Allah menumbuhkan berbagai-bagai pohon dari bumi, yang menarik dan yang baik untuk dimakan buahnya. Dan pohon kehidupan di tengah-tengah taman itu, serta pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat....Ada suatu sungai mengalir dari Eden untuk membasahi taman itu, dan dari situ sungai itu terbagi menjadi empat cabang. Kejadian 2: 8-10

Buah terlarang

TUHAN Allah mengambil manusia itu dan menempatkannya dalam taman Eden untuk mengusahakan dan memelihara taman itu. Lalu TUHAN Allah memberi perintah ini kepada manusia: "Semua pohon dalam taman ini boleh kaumakan buahnya dengan bebas; Tetapi pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat itu, janganlah kaumakan buahnya, sebab pada hari engkau memakannya, pastilah engkau mati." Kejadian 2: 15-17

Ular membujuk sang perempuan

Adapun ular ialah yang paling cerdik dari segala binatang di darat yang dijadikan oleh TUHAN Allah. Ular itu berkata kepada perempuan itu: "Tentulah Allah berfirman: Semua pohon dalam taman ini jangan kamu makan buahnya, bukan?"
Lalu sahut perempuan itu kepada ular itu: "Buah pohon-pohonan dalam taman ini boleh kami makan, tetapi tentang buah pohon yang ada di tengah-tengah taman, Allah berfirman: Jangan kamu makan ataupun raba buah itu, nanti kamu mati."
Tetapi ular itu berkata kepada perempuan itu: "Sekali-kali kamu tidak akan mati, tetapi Allah mengetahui, bahwa pada waktu kamu memakannya matamu akan terbuka, dan kamu akan menjadi seperti Allah, tahu tentang yang baik dan yang jahat."
Perempuan itu melihat, bahwa buah pohon itu baik untuk dimakan dan sedap kelihatannya, lagipula pohon itu menarik hati karena memberi pengertian. Lalu ia mengambil dari buahnya dan dimakannya dan diberikannya juga kepada suaminya yang bersama-sama dengan dia, dan suaminyapun memakannya.
Kejadian 3: 1-6

Rasa malu dan ketelanjangan

Maka terbukalah mata mereka berdua dan mereka tahu, bahwa mereka telanjang; lalu mereka menyemat daun pohon ara dan membuat cawat (celemek, KJV).
Ketika mereka mendengar bunyi langkah TUHAN Allah, yang berjalan-jalan dalam taman itu pada waktu hari sejuk, bersembunyilah manusia dan isterinya itu terhadap TUHAN Allah di antara pohon-pohonan dalam taman. Tetapi TUHAN Allah memanggil manusia itu dan berfirman kepadanya: "Di manakah engkau?"
Kejadian 3: 7-9

Menyalahkan yang lain

Ia (Adam red.) menjawab: "Ketika aku mendengar, bahwa Engkau ada dalam taman ini, aku menjadi takut, karena aku telanjang; sebab itu aku bersembunyi."
Firman-Nya: "Siapakah yang memberitahukan kepadamu, bahwa engkau telanjang? Apakah engkau makan dari buah pohon, yang Kularang engkau makan itu?"
Manusia itu menjawab: "Perempuan yang Kautempatkan di sisiku, dialah yang memberi dari buah pohon itu kepadaku, maka kumakan."
Kemudian berfirmanlah TUHAN Allah kepada perempuan itu: "Apakah yang telah kauperbuat ini?" Jawab perempuan itu: "Ular itu yang memperdayakan (menipu, KJV) aku, maka kumakan."
Kejadian 3: 10-13

Terusir dari Eden

Ia menghalau manusia itu dan di sebelah timur taman Eden ditempatkan-Nyala beberapa kerub dengan pedang yang bernyala-nyala dan menyambar-nyambar, untuk menjaga jalan ke pohon kehidupan.
Kejadian 3:24

Dosa dan penderitaan

Firman-Nya kepada perempuan itu: "Susah payahmu waktu mengandung akan Kubuat sangat banyak; dengan kesakitan engkau akan melahirkan anakmu; namun engkau akan berahi kepada suamimu dan ia akan berkuasa atasmu."
Lalu firman-Nya kepada manusia itu: "Karena engkau mendengarkan perkataan isterimu dan memakan dari buah pohon, yang telah Kuperintahkan kepadamu: Jangan makan dari padanya, maka terkutuklah tanah karena engkau; dengan bersusah payah engkau akan mencari rezekimu dari tanah seumur hidupmu: semak duri dan rumput duri yang akan dihasilkannya bagimu, dan tumbuh-tumbuhan di padang akan menjadi makananmu; dengan berpeluh engkau akan mencari makananmu, sampai engkau kembali lagi menjadi tanah...
Karena dari situlah engkau diambil; sebab engkau debu dan engkau akan kembali menjadi debu."
Kejadian 3: 16-19
Sesungguhnya, dalam kesalahan aku diperanakkan, dalam dosa aku dikandung ibuku.
Mazmur 51:5

Hidup dalam Kristus

Karena sama seperti semua orang mati dalam persekutuan dengan Adam, demikian pula semua orang akan dihidupkan kembali dalam persekutuan dengan Kristus.
1 Korintus 15: 22
Jadi sama seperti oleh ketidaktaatan satu orang (Adam red.) semua orang telah menjadi orang berdosa, demikian pula oleh ketaatan satu orang (Yesus red.)semua orang menjadi orang benar.
Roma 5: 19
k&B

Adam dan isterinya di Taman

Dan Kami berfirman: "Hai Adam, diamilah oleh kamu dan isterimu surga ini, dan makanlah makanan-makanannya yg banyak lagi baik dimana saja yang kamu sukai...”
2 Al-Baqarah (Sapi Betina), 35
...syurga 'Adn yang mengalir di bawahnya sungai-sungai...98 Al-Bayyinah (Bukti), 8
"Hai Adam bertempat tinggallah kamu dan isterimu di surga serta makanlah olehmu berdua (buah-buahan) di mana saja yang kamu sukai...”
7 Al-A’raaf (Tempat tertinggi), 19

Pohon Pelanggaran

...dan janganlah kamu dekati pohon ini, yang menyebabkan kamu termasuk orang-orang yang zalim.”
2 Al-Baqarah (Sapi Betina), 35
...dan janganlah kamu berdua mendekati pohon ini, lalu menjadilah kamu berdua termasuk orang-orang yang zalim." 7
Al-A’raaf (Tempat tertinggi), 19

Iblis menggoda Adam dan Isterinya

Maka Kami berkata: "Hai Adam, sesungguhnya ini (iblis) adalah musuh bagimu dan bagi isterimu, maka sekali-kali janganlah sampai ia mengeluarkan kamu berdua dari surga, yang menyebabkan kamu menjadi celaka.
20 Thaahaa, 117
Kemudian syaitan membisikkan pikiran jahat kepadanya, dengan berkata: "Hai Adam, maukah saya tunjukkan kepada kamu pohon khuldi dan kerajaan yang tidak akan binasa?"
20 Thaahaa, 120
Maka syaitan membisikkan pikiran jahat kepada keduanya untuk menampakkan kepada keduanya apa yang tertutup dari mereka yaitu auratnya dan syaitan berkata: "Tuhan kamu tidak melarangmu dari mendekati pohon ini, melainkan supaya kamu berdua tidak menjadi malaikat atau tidak menjadi orang-orang yang kekal (dalam surga)."
7 Al-A’raaf (Tempat tertinggi), 20
Maka keduanya memakan dari buah pohon itu...
20 Thaahaa, 121

Aib dan Ketelanjangan

Maka keduanya memakan dari buah pohon itu, lalu nampaklah bagi keduanya aurat-auratnya dan mulailah keduanya menutupinya dengan daun-daun (yang ada di) surga, dan durhakalah Adam kepada Tuhan dan sesatlah ia.
20 Thaahaa, 121
Lalu keduanya digelincirkan oleh syaitan dari surga itu dan dikeluarkan dari keadaan semula dan Kami berfirman: "Turunlah kamu! sebagian kamu menjadi musuh bagi yang lain.
2 Al-Baqarah (Sapi Betina), 36

Mereka berdua menyesal

Kemudian Tuhan mereka menyeru mereka: "Bukankah Aku telah melarang kamu berdua dari pohon kayu itu dan Aku katakan kepadamu: "Sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagi kamu berdua?" Keduanya berkata: "Ya Tuhan kami, kami telah menganiaya diri kami sendiri, dan jika Engkau tidak mengampuni kami dan memberi rahmat kepada kami, niscaya pastilah kami termasuk orangorang yg merugi.”
7 Al-A’raaf (Tempat tertinggi), 22-23
Kemudian Adam menerima beberapa kalimat dari Tuhannya, maka Allah menerima taubatnya. Sesungguhnya Allah Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang.
2 Al-Baqarah (Sapi Betina), 37
Kemudian Tuhannya memilihnya, maka Dia menerima taubatnya dan memberinya petunjuk.
20 Thaahaa, 122

Surga yang hilang

Kami berfirman: "Turunlah kamu!... dan bagi kamu ada tempat kediaman di bumi, dan kesenangan hidup sampai waktu yang ditentukan."
2 Al-Baqarah (Sapi Betina), 36

Kesempatan lain

Kami berfirman: "Turunlah kamu semuanya dari surga itu! Kemudian jika datang petunjuk-Ku kepadamu, maka barang siapa yang mengikuti petunjuk-Ku, niscaya tidak ada kekhawatiran atas mereka, dan tidak (pula) mereka bersedih hati."
2 Al-Baqarah (Sapi betina), 38
Dan Allah menumbuhkan kamu dari tanah dengan sebaik-baiknya, kemudian Dia mengembalikan kamu ke dalam tanah dan mengeluarkan kamu (daripadanya pada hari kiamat) dengan sebenar-benarnya.
71 Nuh (Nabi Nuh), 17-18
... sedang Allah mengajak ke surga & ampunan dengan izin-Nya...
2 Al-Baqarah (Sapi Betina), 221
...bagi orang-orang bertakwa benar-benar (disediakan) tempat kembali yg baik, (yaitu) syurga 'Adn yang pintu-pintunya terbuka bagi mereka..., di dalamnya mereka bertelekan (diatas dipan-dipan) sambil meminta buah-buahan yang banyak...
38 Shaad, 49-51
Mereka itu balasannya ialah ampunan dari Tuhan mereka dan surga yang di dalamnya mengalir sungai-sungai, sedang mereka kekal di dalamnya...
3 Ali ‘Imran (Keluarga Imran), 136

Kembali ke surga ‘Adn

...Surga... kekal mereka di dalamnya, dan (mendapat) tempat-tempat yang bagus di surga 'Adn...
9 At-Taubah (Pengampunan), 72 (Dawood)
kecuali orang yang bertaubat...dan beramal saleh, maka mereka itu akan masuk syurga... yaitu syurga 'Adn...
19 Maryam, 61 (Dawood)

Mistery Pohon Bidara ( Sidratul Muntaha ) Atau Pohon Yang Tumbuh Di langit

Mistery Pohon Bidara ( Sidratul Muntaha ) Atau Pohon Yang Tumbuh Di langit
Ketika saya kecil dulu, pernah suatu hari mendengar istilah pohon bidara. Yaitu pohon yang tumbuh di langit. Letaknya antara langit ke enam, sampai langit ke tujuh. Ingin mencari artikel tentang pohon ini, saya cari di berbagai sumber, dan ternyata ada juga.

Sidrat al-Muntahā (Arab: سدرة المنتهى‎ , Sidratul Muntaha) adalah sebuah pohon bidara yang menandai akhir dari langit/Surga ke tujuh, sebuah batas dimana makhluk tidak dapat melewatinya, menurut kepercayaan Islam. Dalam kepercayaan ajaran lain ada pula semacam kisah tentang Sidrat al-Muntahā, yang disebut sebagai "Pohon Kehidupan".

Pada tanggal 27 Rajab selama Isra Mi'raj, hanya Muhammad yang bisa memasuki Sidrat al-Muntaha dan dalam perjalanan tersebut, Muhammad ditemani oleh Malaikat Jibril, dimana Allah memberikan perintah untuk Salat 5 waktu.

Dalam Agama Baha'i Sidrat al-Muntahā biasa disebut dengan "Sadratu'l-Muntahá" adalah sebuah kiasan untuk penjelmaan Tuhan.

Etimologi

Sidrat al-Muntahā berasal dari kata sidrah dan muntaha. Sidrah adalah pohon Bidara, sedangkan muntaha berarti tempat berkesudahan, sebagaimana kata ini dipakai dalam ayat berikut:
“ Kemudian akan diberi balasan kepadanya dengan balasan yang paling sempurna, dan bahwasanya kepada Tuhanmulah kesudahan (segala sesuatu). (An-Najm, 53:41-42) ”

Dengan demikian, secara bahasa Sidratul Muntaha berarti pohon Bidara tempat berkesudahan. Disebut demikian karena tempat ini tidak bisa dilewati lebih jauh lagi oleh manusia dan merupakan tempat diputuskannya segala urusan yang naik dari dunia di bawahnya maupun segala perkara yang turun dari atasnya. Istilah ini disebutkan sekali dalam Al-Qur'an, yaitu pada ayat:
“ ...(yaitu) di Sidratil Muntaha. (An-Najm, 53:14) ”

Wujud Sidrat al-Muntahā

Sidratul Muntaha digambarkan sebagai Pohon Bidara yang sangat besar, tumbuh mulai Langit Keenam hingga Langit Ketujuh. Dedaunannya sebesar telinga gajah dan buah-buahannya seperti bejana batu. Menurut Kitab As-Suluk, Sidrat al-Muntahā adalah sebuah pohon yang terdapat di bawah 'Arsy, pohon tersebut memiliki daun yang sama banyaknya dengan sejumlah makhluk ciptaan Allah.

Allah berfirman dalam surah An-Najm 16,
“ Ketika Sidratil Muntaha diliputi oleh sesuatu yang meliputinya (an-Najm, 53: 16) ”

Dikatakan bahwa yang menyelimutinya adalah permadani terbuat dari emas.

Jika Allah memutuskan sesuatu, maka "bersemilah" Sidratul Muntaha sehingga diliputi oleh sesuatu, yang menurut penafsiran Ibnu Mas'ud radhiyallahu anhu adalah "permadani emas". Deskripsi tentang Sidratul Muntaha dalam hadits-hadits tentang Isra Mi'raj tersebut hanyalah berupa gambaran (metafora) sebatas yang dapat diungkapkan kata-kata. Hakikatnya hanya Allah yang Maha Tahu.

Peristiwa di Sidratul Muntaha bagi Muhammad

Ketika Mi'raj, di sini Muhammad melihat banyak hal, seperti:
Melihat bentuk asli Malaikat Jibril

Dikatakan bahwa Muhammad telah melihat wujud asli dari Malaikat Jibril yang memiliki sayap sebanyak 600 sayap.
“ Dan sesungguhnya Muhammad telah melihat Jibril itu (dalam rupanya yang asli) pada waktu yang lain, (An-Najm 53:13) ”

Melihat Tuhan

Dikatakan pula bahwa Muhammad telah melihat Allah yang berupa cahaya.

Untuk hal ini terdapat beda pendapat di kalangan ulama, apakah Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi wa Sallam pernah melihat Tuhannya? Jika pernah apakah beliau melihat-Nya dengan mata kepala atau mata hati? Masing-masing memiliki argumennya sendiri-sendiri. Di antara yang berpendapat bahwa beliau pernah melihat-Nya dengan mata hati antara lain al-Baihaqi, al-Hafizh Ibnu Katsir dalam Tafsirnya, dan Syaikh al-Albani dalam tahqiq beliau terhadap Syarah Aqidah ath-Thahawiyah. Salah satu argumentasi mereka adalah hadits di atas.

Mendapatkan Perintah Salat

Di Sidratul Muntaha ini Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi wa Sallam mendapatkan perintah salat 5 waktu. Perintah melaksanakan salat tersebut pada awalnya adalah 50 kali setiap harinya, akan tetapi karena pertimbangan dan saran Nabi Musa serta permohonan Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi wa Sallam sendiri, serta kasih dan sayang Allah Subhahanu wa Ta'ala, jumlahnya menjadi hanya 5 kali saja. Di antara hadits mengenai hal ini diriwayatkan oleh Ibnu Abbas dan Ibnu Mas'ud.

Dari Abdullah (bin Mas'ud), ia telah berkata: "Ketika Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam diisrakan, beliau berakhir di Sidratul Muntaha (yang bermula) di langit keenam. Ke sanalah berakhir apa-apa yang naik dari bumi, lalu diputuskan di sana. Dan ke sana berakhir apa-apa yang turun dari atasnya, lalu diputuskan di sana."

Ia berkata: "Kemudian Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam diberi tiga hal: Diberi salat lima waktu dan diberi penutup Surah al-Baqarah serta diampuni dosa-dosa besar bagi siapapun dari umatnya yang tidak menyekutukan Allah dengan sesuatu apapun".

HR Muslim (173) dengan redaksi di atas, at-Tirmidzi (3276), an-Nasai (451), dan Ahmad (3656 & 4001).}}

Sumber:
Dari:wikipedia

Bagi orang awam mungkin menganggap sepele dan tidak begitu yakin tentang ini, tapi bagiku pohon ini nyata dan Sidratul Muntaha itu ada. Jarak langit dan bumi mungkin sangat jauh, milyaran kilometer, tapi bagi Sang Pencipta, Jika ia mampu membuat langit dan bumi beserta isinya, dan menciptakan jarak yang begitu jauh, dengan mudah pula Tuhan akan menciptakan alat transportasinya.

Bukankah Nabi Muhammad menggunakan Buroq sebagai transportasinya, dan sebagai pernafasan diluar antariksa bukankah Nabi juga di operasi sebelum melakukan Isra dan Miraj.

Teknologi transportasi dunia saat ini mungkin sangat cepat dan canggih, tapi....apakah mungkin manusia bisa menciptakan tansportasi secepat Buroq...terbang milyaran kilometer dengan hanya satu malam pulang pergi ke langit?

Jika seluruh BBM di bumi digunakan, apakah akan sampai ke Langit?

Tapi seluruh manusia pasti akan melihat Tuhannya, cuma kita harus melewati sebuah pintu....yaitu kematian..., dan kita akan dibangkitkan dalam format baru, tubuh baru, untuk bertanggung jawab atas semua perbuatan kita kelak.

Jadi ingin ke langit nih.....tapi takkan mungkin kan? Kalau begitu saya akan memuji kebesaran Tuhan dari bumi saja. Semoga Tuhan selalu mengasihi dan mengampuni dosa kita.

Sejarah pemikiran evolusi ,SALTEB

Sejarah pemikiran evolusi

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Bagian dari seri Biologi mengenai
Evolusi
Primate skull series.png
Pengenalan
Mekanisme dan Proses
Adaptasi
Hanyutan genetika
Aliran gen
Mutasi
Seleksi alam
Spesiasi
Riset dan sejarah
Bukti
Sejarah evolusi kehidupan
Sejarah
Sintesis modern
Efek sosial
Teori dan fakta
Keberatan / Kontroversi
Bidang
Kladistika
Genetika ekologi
Perkembangan evolusioner
Evolusi manusia
Evolusi molekuler
Filogenetika
Genetika populasi
Portal Biologi ·

Pohon kehidupan, seperti yang digambarkan oleh Ernst Haeckel pada buku The Evolution of Man (1879). Gambar tersebut mengilustrasikan pandangan abad ke-19 mengenai evolusi, yakni proses progresif yang akan berujung pada manusia.
Pemikiran mengenai evolusi, yakni bahwa spesies berubah dari waktu ke waktu, telah berakar sejak zaman kuno. Pemikiran tersebut dapat terlihat pada ilmu pengetahuan peradaban Yunani, Romawi, Cina, dan Islam. Namun, sampai dengan abad ke-18, pandangan biologis Barat masih didominasi oleh pandangan esensialisme, yaitu pandangan bahwa bentuk-bentuk kehidupan tidak berubah. Hal ini mulai berubah ketika pengaruh kosmologi evolusioner dan filosofi mekanis menyebar dari ilmu fisik ke sejarah alam. Para naturalis mulai berfokus pada keanekaragaman spesies, dan munculnya ilmu paleontologi dengan konsep kepunahannya lebih jauh membantah pandangan bahwa alam bersifat statis. Pada awal abad ke-19, Jean-Baptiste Lamarck mengajukan teorinya mengenai transmutasi spesies. Teori ini merupakan teori evolusi pertama yang ilmiah.
Pada tahun 1858, Charles Darwin dan Alfred Russel Wallace mempublikasikan sebuah teori evolusi yang baru. Dalam bukunya On the Origin of Species (1859), Darwin secara mendetail menjelaskan mekanisme evolusi. Berbeda dengan Lamarck, Darwin mengajukan konsep nenek moyang bersama dan percabangan pohon kehidupan yang didasari oleh seleksi alam.
Karya Darwin mengenai evolusi dengan segara diterima dengan cepat, namun mekanisme yang diajukannya (seleksi alam), belum diterima secara sepenuhnya sampai pada tahun 1940-an. Kebanyakan biologiawan berargumen bahwa faktor-faktor lainlah yang mendorong evolusi, misalnya pewarisan sifat-sifat yang didapatkan (neo-Lamarckisme), dorongan perubahan yang di bawa sejak lahir (ortogenesis), ataupun mutasi besar-besaran secara tiba-tiba (saltasi). Sintesis seleksi alam dengan genetika Mendel semasa 1920-an dan 1930-an memunculkan bidang disiplin ilmu genetika populasi. Semasa 1930-an dan 1940-an, populasi genetika berintegrasi dengan bidang-bidang ilmu biologi lainnya, memungkinkan penerapan teori evolusi dalam biologi secara luas.
Setelah munculnya biologi evolusioner, kajian terhadap mutasi dan variasi pada populasi alami, digabungkan dengan biogeografi dan sistematika, berhasil menghasilkan model evolusi yang canggih. Selain itu paleontologi dan perbandingan anatomi mengijinkan rekonstruksi sejarah kehidupan yang lebih mendetail. Setelah kebangkitan genetika molekuler pada tahun 1950-an, bidang evolusi molekuler yang berdasarkan pada kajian urutan protein, uji imunologis, RNA dan DNA berkembang. Pandangan evolusi yang berpusat pada gen muncul pada tahun 1960-an, diikuti oleh teori evolusi molekuler netral. Pada akhir abad ke-20, pengurutan DNA melahirkan filogenetika molekuler dan merombak pohon kehidupan ke dalam tiga sistem domain. Selain itu, ditemukan pula faktor-faktor tambahan seperti simbiogenesis dan transfer gen horizontal, yang membuat sejarah evolusi menjadi lebih kompleks.

KREASI CERITA ALKITAB ANAK CERIA


Screen reader users: click this link for accessible mode. Accessible mode has the same essential features but works better with your reader.

Kisah Pohon Apel Dan Seorang Anak (renungan)

Kisah Pohon Apel Dan Seorang Anak (renungan)
Dahulu kala, ada sebuah pohon apel yang sangat besar. Ditempat itulah seorang anak kecil suka datang dan bermain di sekitarnya hampir setiap hari. Dia selalu naik ke dahan dahan ranting rendah yang cukup kokoh, lalu makan apel yang telah memerah, sambil tidur tiduran dibawahnya. Dia begitu mencintai pohon apel tersebut dan juga sebaliknya, pohon itu sangat senang bermain dengan sang anak.
Waktu berlalu ... si anak kecil telah besar dan dia tidak pernah terlihat lagi bermain di sekitar pohon seperti hari hari sebelumnya. Sampai suatu hari, anak itu datang kembali ke pohon apel dan ia tampak sangat sedih.

"Kamu datang untuk bermain dengan saya?" tanya pohon tersebut dengan sangat gembira.
"Saya bukan lagi seorang anak kecil, saya tidak bermain-main lagi dengan pohon" Sahut sang anak.
"Saya ingin mainan. Saya butuh uang untuk membelinya. "
"Maaf, tapi saya tidak memiliki uang ... tetapi kamu dapat memilih semua buah apel yang saya miliki ini dan kamu bisa menjualnya. Jadi, kamu bisa punya uang untuk membeli mainan itu" Jawab sang pohon.
Anak itu sangat bergembira dan terlihat bersemangat. Dia meraih semua apel di pohon dengan sangat bahagianya.
Sekian lama berlalu. Anak itu tidak pernahkembali lagi setelah ia mengambil buah apel waktu itu. Si Pohon merasa sangat sedih.
Di suatu hari yang cerah, anak laki-laki itu kini telah berubah menjadi seorang pria dewasa. Ia kembali menemui pohon itu.
"Kamu datang untuk bermain dengan saya?"kata pohon dengan bersemangat.
"Saya tidak punya waktu untuk bermain. Saya harus bekerja untuk memenuhi kebutuhan anak istri. Kami membutuhkan rumah untuk berteduh. Dapatkah Anda membantu saya? "
"Maaf, tapi saya tidak memiliki rumah. Namun kamu dapat memotong dahan-dahan saya untuk membangun rumah mungil yang indah"
Mulailah lelaki itu memotong semua dahan pohon yang ada di kanan dan kiri. Pohon itu senang melihatnya.
Untuk berapa lama, lelaki itu pun tidak pernah datang kembali sejak saat itu. Pohon apel itu merasa kesepian dan terlihat sangat sedih.
Suatu hari musim panas, lelaki itu kembalidan pohon apel itu pun terlihat begitu sangat gembira.
"Kamu datang untuk bermain dengan saya?" Sahut Pohon.
"Saya mulai tua dan tidak bisa bermain lagi. Aku ingin pergi berlayar kesamudera luas untuk bersantai sendiri. Dapatkah kamu memberi saya perahu "kata pria itu.
"Gunakan batang saya untuk membangunperahu impianmu. Nanti kamu bisa berlayar jauh dan bahagia dengan keinginanmu itu .
Jawab sang pohon.
Mulailah lelaki itu memotong batang pohon, untuk kemudian akan dijadikannyasebuah perahu. Ia pun pergi berlayar, dansama seperti sebelum sebelumnya, ia tidak pernah muncul untuk waktu yang lama.
Setelah sekian tahun berlalu, akhirnya, pria itu kembali lagi.
"Maaf anakku, Tapi aku tidak memiliki apa-apa untuk kau ambil lagi. Tidak ada lagi apel yang bisa kau petik, tidak ada lagi cabang dahan yang bisa kau ambil ..." Kata pohon.
"Tidak apa-apa, saya tidak memiliki gigi lagi untuk memakan buahmu, tidak ada tenaga untuk memanjat dahan dahanmu. Saya terlalu tua untuk itu"kata sang lelaki.
"Saya benar-benar tidak bisa memberikanapa-apa ... satu-satunya yang kini saya miliki adalah akar pohon tua yang sudah rapuh" kata pohon apel sambil bercucuran air mata.
"Saya tidak memerlukan banyak hal sekarang, saya hanya butuh sebuah tempat untuk beristirahat. Saya lelah setelah bertahun-tahun mengembara"
jawab sang lelaki.
"Baiklah! Akar pohon tua adalah tempat terbaik untuk bersandar dan beristirahat melepas penat. Ayo, ayo duduk bersama saya"
Pria tua itu pun mendekat dan pohon apelitu terlihat sangat senang dengan seuntai senyum bercampur air mata .
Ini adalah kisah setiap orang di dunia ini. Pohon apel itu ibaratnya adalah seperti para orang tua. Ketika kita masih kecil, kita senang bermain dengan Ayah dan Ibu.
Ketika kita telah tumbuh dewasa, kita meninggalkan mereka. Hanya datang sesekali kepada mereka ketika kita membutuhkan sesuatu atau ketika kita berada dalam kesulitan.
Tidak peduli apapun niat sang anak, orangtua akan selalu berada di sana, orang tua selalu tegar berdiri saat sang anak benar benar membutuhkan mereka. Dengan segenap kerelaan hati, mereka akan memberikan segala yang mereka bisa hanya untuk membuat Anda bahagia.
Kita mungkin berpikir anak itu sangat kejam kepada pohon. Tapi itulah sebuah gambaran nyata bagaimana kita semua sering memperlakukan orang tua seperti itu juga. Kita selalu menganggap remeh dan cenderung tidak menghargai semua yang mereka lakukan untuk kita. SAMPAI akhirnya kita Terlambat. Terlambat untuk menemukan apa maunya MEREKA.
Bukan harta benda, mereka tak butuh uangmu. Bukan rumah mewah, mereka tak butuhkan hal itu. Yang mereka inginkan adalah KAMU. Ya KAMU!
Untuk temani masa tua mereka, untuk sekedar berbagi hal-hal kecil bersama mereka.

BERITA PAPUA