728x90 AdSpace

atribusi

RENUNGAN

RENUNGAN

Kamis, 24 Januari 2019

KEMATIAN YANG BERPISAH

Photo Dok Nogey Tebai
KEMATIAN YANG BERPISAH

karya : Salmon Tebai


Tidak takutkah engkau akan mati?
Ia akan datang dalam pucat
Yang menjujur biru terbaring
Kaku tanpa sentuh

Sakratul maut datang
Menyeret nafas hingga di pucut leher
Demi tuhan sakitnya sangat
Bagai tubuh terkoyak kulit

Takutkah akan mati di kau?
Tubuh terguncang nyawa melayang
Meninggalkan jasad fana
Hening membiru di liang kubur

Wahai manusia
Semuanya kita akan mati
Mati sekarang atau esok tak ada bedanya
Malaikat maut menunggu di pucuk umur

Kita pergi melayang jauh
Meninggalkan nikmat hidangan dunia
Menceraikan keluarga
Mencampakkan harta yang melangit

Kita mati meninggalkan hitam putih dunia
Yang kita genggam hanya asa jika tak beramal
Bahkan jasad tubuh tercinta tertinggal di hitam bumi

Tak sebutir nikmat jua kita bawa
Tak secuil emas berlian pun kita rengkuh
Hanya iman di dada
Hanya islam di hati

Inikah akhir nafas kita
Nafas yang selama hidup lupa tuhannya
Akan tugas melalang di fana
Kita lupa wahai sahabat

Kematian
Datang membayang nafas
Merenggut hingga putus tertinggal tubuh
Hina
Takut
Di curuk ujung kita menanti menunggu hingga kita mati semua
Dan semuanya hanya soal waktu
Berjalanlah ke depan karena di ujung tapak langkahmu kematian menunggumu....

Sabtu, 19 Januari 2019

CINTA YANG SEDIH

Photo Dok Nogey Tebai
CINTA YANG SEDIH
Dalam secarik kertas kutulis sebuah puisi
Diiringi dengan tinta hitam yang terus menari di atasnya
Hingga membentuk tulisan indah
Dengan rangkaian kata sederhana
Untuk bersama dalam sebuah canda dan kerinduan yang ada

Mengenang masa indah saat kita bersama.
Mengulas hal indah dalam kebersamaa
Untuk bahagia memang sebuah hal indah.
Pengorbanan ini hanya untuk cinta kita.

kamu jauh di sana, ku rindu disini.
Cinta ini terasa sendiri.
Hati ini menangis tak dapat terbendung lagi.
Ada rasa rindu yang semakin bergejolak dalam hati.

Oh kasih, Cinta ini tetap setia untuk mu.
Rindu ini tetap terjaga bersama cinta kita dan takkan layu.
Hati ini smakin tak kuasa merintih atas kerinduan ini.
ku hanya mampu menoreh puisi cinta kita yang sedih

Hati ini selalu menunggu cinta dengan sabar.
Selalu membuat hati ingin segera memeluk rasa rindu agar tersadar.
Aku tak sabar menyentuh, membelai dan menyapa indah cinta dan kebersamaan seperti dulu
Kerinduan yang semakin menggunung.
Harus kudaki hanya untuk meraih mimpi cinta kita yg kian membumbung.

Oh kekasihku sayang.
Ku cintai kau dengan rindu yang semakin membuat hati sedih.
Ku rindu tertuang pada  puisi cinta tentang kesedihan hati yang mulai tak terbendung lagi.

Peluk aku walau hanya sekejap mimpi.
Rindu ini  puisi cinta yang sendiri.
Merindu akan bertemu dengan cinta yang membuat hati bahagia.
Ku tak sabar tu bertemu dengan mu.
Memulai kembali kisah nyata cinta yang terpisah karena jarak.

Sayang
Dapatkah kaurasakan  puisi cinta sedih ini.

Ku buat untuk mewakili persaan cinta untuk kekasih.
Ku rindu kau dalam  puisi cinta yang membuat hati sedih terhalang jarak tak berujung.



DOSA SIAPA

Photo Dok Nogey Tebai
DOSA SIAPA
Lapis-lapis kebencian menempel
Tebal-menebal kesangkahan mengembang
Besar-membesar munafik menyebar
Luas-meluas gila kuasa merajalela
Panjang-memanjangkan penindasannya
Tipis-tipis kepercayaan menebal
Tinggi-meninggi ambisi menjulang
Rendah-merendah kebersamaan menghilang
Dalam-sedalam keapatisan menumpuk
Tambah-menambah kepunahan manusianya
Lorong waktu berjuang sunyi mencekam
Wajah-wajahnya sedang sembunyi rupa di balik tembok
Bersilah di kursi empuk menelaah hukum menindas
Kegelapan telah meliputi bumi manusia
Mata tak dapat melihat
Telinga tak dapat mendengar
Hati tak dapat merasakan
Jiwa telah di bungkam dengan bibir kebajikan
Diantaranya rakyat jelata jadian santapan
Kaum vampir binaan negara
                                                  
                                                   Metapolitan sby 19/01/2019


Kamis, 10 Januari 2019

RESENSI BUKU:J.A. Dimarara Lintas Perjuangan Putera Papua




Photo  Dok marius Goo
(malang  10/1/2019)




RESENSI BUKU
                            Judul              : J.A. Dimarara Lintas Perjuangan Putera Papua
                            Penulis           : Carmelia Sukmawati
                             Penerbit         : PT. Sukaprin



                             Tempat           : Jakarta
                            Jumlah hlm.    : 228
                            Tahun Terbit    : 2000

Pengantar
Buku yang ditulis oleh Carmelia Sumawati dapat dikatakan sebagai “biografi” perjuangan Dimara tentang “melawan Belanda di Irian Barat dan mengembalikan Irian Barat menjadi bagian Integral dari NKRI.” Karena itu buku ini dilihat sebagai “buku sejarah” bangsa Indonesia. Buku ini juga merupakan penghargaan Indonesia untuk J.A Dimara atas perjuangan-perjuangan yang dilakukan untuk memenangkan Irian Barat menjadi bagian dari NKRI dari penjajahan bangsa Belanda.
Kelebihan
Kelebihan dari buku ini adalah memberikan sebuah pengetahuan sejarah, menyadarkan betapa pentingnya sejarah dalam hidup, baik sebagai pribadi juga nagara. Buku ini sekaligus mengajarkan sejarah kehidupan bangsa Indonesia, namun juga sejarah kehidupan dan perjuangan dari Dimara, di mana dengan perjuangannya memperkokoh sejarah bangsa Indonesia, namun pada sisi tertentu menjadi namanya terkenal, bahkan dikatakan menjadi pahlawan bangsa Indonesia.
Buku ini patut mendapat apresiasi karena memberikan penyadaran sejarah, karena sejarah itu penting dan harus dipelajari. Tidak hanya sejarah yang menyenangkan, keberhasilan-keberhasilannya namun juga yang kegagalan, derita dan air mata dalam perjuangan. Dalam arti ini, Carmelia menggambarkan secara gamblang bagaimana Dimara berjuang secara gerilya, maupun diplomasi untuk mengalahkan bangsa Belanda untuk Penjajahan terhadap bangsa Indonesia (Irian Barat). Dimara dilihat sebagai seorang pahlawan dalam memperbutkan Irian Barat dari penjajahan bangsa Belanda, sekaligus membebaskan bangsa Papua Barat.
Dalam usaha membebaskan Irian Barat dari penjajahan bangsa Belanda, Dimara menjalani aneka penderitaan dan penyiksaan dari pemerintahan Belanda. Walaupun demikian, Dimara tetap tegar melakukan perlawanan, bahkan hingga di tingkat dunia (internasional:PBB) tahun (agustus tahun 1961). Dimara hadir sebagai anggota delegasi RI. Dalam pidaro bertajuk ‘masalah Irian Barat di Perseikatan Bangsa-bangsa’ Soebandrio mengatakan:
“... seorang anak pribumi IrianBarat djuga duduk dalam delegasi Indonesia ke sidang Madjelis Umum PBB jang sekarang, ja, Tuan Ketua, seorang anak pribumi Irian Barat, jang mewakili Republik Indonesia jang meredeka dan berdaulat dengan penduduk dari 90 djuta djiwa. Sdr. Dimara, demikian namanya – telah mendjalani hukuman selama 7 tahun dalam pendjara kolonial Belanda di Irian Barat, hanja karena ingin rakjanja di Irian Barat menikmati kemerdekaan jang lalu dan saudara itu dapat mentjeritakan kepada Tuan-tuan bagaimana situasi sebenarnya di Irian Barat: ketakutan, dan keketjewaan, penindasan dan intimidasi jang mana semuanja adalah tjiri-tjiri suatu pemerintah kolonial dan pentjemoohan terhadap demokrasi dan penentuan nasib sendiri, yang didengun-dengungkan begitu kerasnja oleh pemerintah Nederland....” (Pembebasan Irian Barat, 138).
Delegasi Dimara di PBB ini dilihat sebagai puncak perebutan Irian Barat ke pangkuan RI dari penjajahan Belanda. Kelebihan dari buku ini adalah bagaimana Dimara berjuang memperebutkan Irian Barat menjadi bagian RI, dari penjajahan bangsa Belanda dan sukses mendoktrin pembaca walaupun bersifat subjektif.  
Kelemahan sekaligus Catatan Kritis
Kelemahan dari buku sejarah ini adalah  Carmelia absen terhadap keinginan rakyat Irian untuk merdeka. Artinya, isi buku ini sepihak dan terlalu subjektif, melihat sosok Dimara hanya dari kemauan dan keinginan pribadi. Bahkan, ketika diteliti hampir semua argumen menunjukkan Dimara menjadi hanya menjadi “alat” yang digunakan untuk menyukseskan harapan dan keinginan dari NKRI.
Buku ini dikatakan sebagai sejarah, namun di satu sisi bersifat menipulatif dan lebih banyak pesuasif, yang mendoktrinasi orang lain, khususnya para pembaca untuk mengiyakan “Papua telah final bagian dari NKRI” dan “Dimara adalah tokoh pelopornya.” Carmelia juga para komentator melihat dan menghargai Dimara hanya alat yang dipakai untuk keperluan politik, sekaligus tidak melihat bagaimana rakyat Irian Barat memperjuangkan kemerdekaan, tidak hanya berpisah dari Belanda, namun juga dari NKRI sendiri.
Karena itu, buku ini mewarnai “hegemonitas” di mana penguasa menentukan kendali dan rakyat hanya mengalah dan mengiyakan walaupun tertindas dan tertekan. Oraganisasi Pembebasan Irian (OPI) hanya dilihat pembebasan dari penindasan bangsa Belanda dan memasukan Irian Barat ke RI dan essensi perjuangan Pembebasan Bangsa Papua Barat tidak ditonjolkan. Karena itu, buku ini mengalpakan essensi penderitaan rakyat Papua sesungguhnya, dan menuliskan tujuan negara untuk memasukkan Papua Barat ke dalam RI.
Penutup
Buku ini perlu dibaca seluruh rakyat Indonesia, juga orang Papua, namun harus dibaca secara hati-hati dan harus kritis atas komentar-komentar dan pemahaman penulis, Papua mau dibawa ke mana dan mengapa Dimara dijadikan sebagai alat negara untuk menjadikan Papua bagian dari NKRI dengan mengalahkan bangsa Belanda dalam usaha memperebutkan Irian Barat dari dua negara adikuasa atas rakyat bangsa Papua.
Kita belajar dari para pejuang, Dimara tentang perjuangan gerilya dan diplomasi, kita belajar dari sejarah yang benar untuk memperjuangkan kebenaran, bukan hanya sebatas negara, melainkan untuk hidup. Menjadi pewarta kebenaran, bukan manipulasi dan indoktrinasi yang membabi-buta yang tidak lain adalah pengabdi setan.

penulis adalah mahasiswa  pacsa sarjana STFT Wadya sasana malang.

Kamis, 06 Desember 2018

SELAMAT & SUKSES KAKAK-KU


                
PHOTO DOK SIMEON DUMUPA


                                   SELAMAT & SUKSES KAKAK-KU

Puji Syukur yang sebanyak-banyaknya saya Naikan kepada Tuhan Yang Maha Esa, yang mana telah memberikan akal pikiran yang baik, sehingga saat ini Saya senang sekali bisa dengarkan ketika seorang kakakku mendapatkan gelar sarjana disini aku pun merasa bahagia mendapatkan penambahan nama di belakang sehingga dapat  menuliskan beberapa kalimat didasarkan kegembiraan Atas wisudanya Atas Nama SIMION DUMUPA GELAR' S,IP, Apa yang hari ini saya Tuliskan adalah dari hati yang terdalam untuk sebuah realita kehidupan yang akan menjadi manfaat bagi banyak orang.
Dalam melaksanakan Perkuliahan, Semuanya Kembali pada diri kita masing-masing. Jika kita tidak memotivasi dalam diri kita maka akan ada banyak hal yang datang secepatnya untuk menggagu perkulihaan kita sehingga akan terlambat untuk menyelesaikan Perkuliahan (Lulus). Jika kita melakukan atas dasar Motivasi diri sendiri, disertai tekun belajar dan Belajar maka kita Akan menuai Hasil yang baik.
Pada Kesempatan kali ini, saya bahagia sekali mendengar kakak-ku melaksanakan wisuda pada hari ini 12/05/2018,sekaran dimana dia sudah memakai Toga dan baju kehormatan, yang membuat siapapun yang memandangnya takjub dan terharu.
Bagaimana dengan kedua orang tuanya? Tentunya bahagia sekali melihat anak kesayangan-nya memakai baju kehormatan dan memakai toga di kepala-nya, senyuman kegembiraan tulus selalu tergambarkan oleh Ayah dan Ibundanya. Biyaya, pengorbanan orangatuanya Telah dibalas dengan resmi Oleh seorang anaknya yang baru saja mendapatkan dengan  Gelar Strata 1 pada kampus tercintai USWIM NABIR UNIVERSITAS SATYA WIYATA MANDALA
Air mata yang menetes tak bisa terhitung, walaupun semua itu tak bisa membalaskan pengorbanan ayah dan ibu dan Waine adama yang mana umur sudah menjauh tua selalu berdoa setiap perjuangan saya sehingga bisa dapat gelar , namun semua itu mampu memberikan kebahagian yang sangat mendalam.
Tentunya Seseorang akan Menjadi Sarjana adalah segalanya, karena dengan statusnya yang kita miliki ”Ingat Aplikasilah yang mencerminkan seorang sarjana sebenarnya” Akan kehebatan dalam berbicara, bertindak, membangun dengan ide-ide luar biasa dan mampu membangun masyarakat.

Penulis adalaha Mahasiswa kuliah  yogjakarta oleh Simeon Dumupa




Rabu, 07 November 2018

Pendidikan massa kini

photo Dok Nogey Black Tebai

Pendidikan massa kini
Jika dunia kami yang dulu kosong
tak pernah kau isi
Mungkin hanya ada warna hampa, gelap
tak bisa apa-apa, tak bisa kemana-mana
Tapi kini dunia kami penuh warna
Dengan goresan garis-garis, juga kata
Yang dulu hanya jadi mimpi
Kini mulai terlihat bukan lagi mimpi
Itu karena kau yang mengajarkan
Tentang mana warna yang indah
Tentang garis yang harus dilukis
Juga tentang kata yang harus dibaca
Terimakasih guruku dari hatiku
Untuk semua pejuang pendidikan
Dengan pendidikanlah kita bisa memperbaiki
 Pendidikanlah nasib kita bisa dirubah
Apa yang tak mungkin kau jadikan mungkin
Hanya ucapan terakhir dari mulutku
Di hari pendidikan nasional ini
Gempitakanlah selalu jiwamu
Wahai pejuang pendidikan anak” Duntek
Hari ini adalah kesempatan untuk melangka
kesempatan inilah berudah dalam dunia pendidikan
salam juang orang “ hebat anak “ Duntek

Kita berubah dunia berubah inilah visi kita massa depan. 

(Menulis mahasiswa metapolitan sby jatim oleh salmon tebai)


Jumat, 07 September 2018

Selamat menempuh hidup baru

Photo Dok Pernikahan
Mr Nomencen
Dan
Ambar 
Yah ,,, Engkau telah menjadi Raja dan Permaisuri 

Bapade ku... 
Betapa mulia dan bahagianya hatimu 
Engkau diarak kemuliaan 
Hanya untuk bertemu dengan sang pujaan 

Saat Engkau telah bertemu 
Engkau diantarkan ke tempat yang mulia 
Singgasana terhormat dengan pengawalan lengkap 
Dan ribuan tamu menghadapmu 

Engkau jadi pusat perhatian 
Semua mata tertuju padamu 
Engkaulah maha menolong hidup ini 
Engkaulah bintang pesta kemenangan 

Bapade  ... 
Aku ikut bahagia melihatmu 
Ku tak bisa berikan kado berlapis sutra 
Ku hanya bisa menari lewat kata 
kata doa ,,, bahagia sampai masa tua 

Wahai Pencipta Rasa Cinta ini
Jadikanlah mempelai insan yang diberkahi 
Seperti sepasang pohon raja yang berbuah 
Bisa hidup dan tumbuh dimanapun 
Bisa berbuah dengan rasa yang manis 

Wahai pencipta bahagia 
Rasanya aku jadi bahagia 
Satu keyakinanku
Bintang akan bersinar
Menerpa hidupku
Bahagia akan datang


Bapade .....
Wahai Pencipta Pernikahan ini 
Jadikanlah mereka keluarga yang tangguh 
Seperti dua janjang kelapa gading yang masih muda 
Simbolik Insan yang bekemauan keras 
Untuk mencapai tujuan dan cita citanya 

Wahai Pencipta Kedamaian 
Jadikanlah mereka keluarga sakinah mawadah wa rahmah 
Dapat tumbuh seperti pohon beringin 
Menjadi pengayom keluarga dan lingkungan 
 selamat menempuh hidup baru iya 

BERITA PAPUA