728x90 AdSpace

atribusi

RENUNGAN

RENUNGAN

Jumat, 21 November 2014

Kenapa Pria Sulit Melupakan Cinta Pertama

Menurut para ilmuwan, cinta pertama yang sudah tertanam tak bisa dihapuskan dari ingatan. Kenangan cinta pertama bisa membuat orang mengalami ketagihan lebih kuat dibandingkan narkoba jenis apa pun. Banyak orang dewasa tidak berdaya menahan jatuh cinta lagi kepada dambaan hatinya semasa remaja.

Menurut penelitian, satu dari lima pria kebanyakan ingin menghidupkan kembali asmara dengan mantan pacar pada cinta pertama. Kebanyakan pria yang memiliki kecenderungan ini, kata seorang psikolog, karena mereka memiliki kecerdasan emosional yang lebih rendah.

Dari survei tersebut terungkap, seperempat dari pria Inggris ingin kembali kepada kekasih pertamanya. Sebanyak 21 persen pria Inggris mengatakan mereka merencanakan pertemuan rahasia dengan kekasih pertamanya sekaligus untuk mengenang masa berpacaran dulu. Sedangkan 24 persen mengaku mereka masih nafsu dengan mantan kekasihnya itu.

Sebanyak 14 persen kebanyakan pria berhubungan kembali dengan mantan kekasih pertamanya karena berharap bisa menyalakan kembali api gairah masa lalu. Sedangkan satu dari enam pria menghubungi kembali mantan kekasihnya.

Survei yang dilakukan dari pria Inggris ini terbukti paling ahli menipu pasangannya saat ini. Pasalnya, sebanyak 19 persen mereka berbohong soal menjalin kontak lagi dengan mantannya. Sementara 100 persen pria yang melakukan kontak dengan mantannya mengatakan mereka ingin kembali berpacaran seperti dulu.

Lalu bagaimana dengan wanitanya? Meskipun wanita cenderung untuk mendapatkan kontak dengan mantan pertamanya, empat dari sepuluh orang mengakui dengan tenang bahwa mereka hanya ingin merayunya. Hal ini diperkuat dengan survei bahwa 74 persen wanita menggunakan Facebook untuk berhubungan kembali dengan mantannya. Sementara pria hanya 33 persen yang ingin berhubungan melalui e-mail dengan mantannya dan text messages sebanyak 31 persen.

Dalam hal ini, seorang psikolog, Profesor Cary Cooper dari Lancaster University, mengatakan, menjalin kontak dengan mantan kekasih hanya untuk menghidupkan gelora lama merupakan hal yang tidak sehat dan bisa merusak emosional seseorang. “Cinta pertama memang meninggalkan bekas dan cenderung memiliki emosional yang besar. Dan menjadi pengalaman yang kuat sehingga memberikan memori yang menyenangkan dan ingin diulang kembali," katanya.

“Itu suatu kesalahan karena berpikir 10 atau 20 tahun ke depan akan sama, padahal keadaan kita berubah dan sudah memiliki tanggung jawab yang besar,” kata Cooper.

Menurut dia, biasanya orang-orang, terutama pria, tidak puas dengan hubungan saat ini dan takut menghadapinya. ”Itu adalah pelarian, dan menghindari masalah itu tidak sehat karena situasi sudah berubah, sudah memiliki anak. Masalah yang sedang dihadapi tidak akan selesai karena terbuai dengan gelora masa lalu.”

Menurut Cooper, pria memang rentan akan kenangan masa lalu karena emosional pria lebih rendah daripada wanita. “Karena pria kurang monogami dan kecerdasan emosional mereka lebih rendah. Facebook telah membuat kontak dengan teman lama dan menumbuhkan kembali gelora sehingga memunculkan kembali kegembiraan. Tapi itu merupakan kesalahan karena pada akhirnya akan habis semuanya," kata,SALTEB.

BUNGA CITRA LESTARI SALTEB

"Cinta Pertama (Sunny)"
(feat. Dewiq)


Sunny, Sunny...
Jantungku Berdebar Tiap Ku Ingat Padamu
Sunny, Sunny...
Mengapa Ada Yang Kurang, Saat Kau Tak Ada
Sunny, Sunny...
Melihatmu, Menyentuhmu Itu Yang Kumau
Kau Tak Sempat Tanyakan Aku
Cintakah Aku Padamu

Tiap Kali
Aku Berlutut,
Aku Berdoa
Suatu Saat, Kau Bisa Cinta Padaku
Tiap Kali
Aku Memanggil
Didalam Hati
Mana Sunny?
Mana Sunnyku?
Mana Sunnyku?
Ooh

Sunny, Sunny...
Apa Kabarmu? Kabarku Baik Baik Saja!
Sunny, Sunny...
Begitu Banyak Cerita Tak Habis Tentangmu...
Sunny, Sunny...
Salamku Untukmu, Dari Hati Yang Terdalam.
Kau Tak Sempat, Tanyakan Aku
Cintakah Aku Padamu

Tiap Kali
Aku Berlutut
Aku Berdoa
Suatu Saat Kau Bisa Cinta Padaku
Tiap Kali
Aku Memanggil
Didalam Hati
Mana Sunny?
Mana Sunnyku?

Tiap Kali
Aku Berlutut,
Aku Berdoa...
Mana Sunny?
Mana Sunnyku?
Sunnyku!
Ooh...

Rabu, 19 November 2014

LANGKAH KUNCI MENUJU KESUKSESAN HIDUP

Di bawah ini adalah beberapa tips praktis yang dirangkum seorang ahli psikologi asal Rusia dari Universitas California, Sonja Lyubomirsky:

1.Count your blessing (Hitung berkat anda)
Disarankan membuat “jurnal syukur” yang mendata setidaknya 3-5 hal yang anda syukuri seperti hal-hal yang berlangsung dengan baik dalam satu minggu yang berlalu. “Jurnal syukur” ini sebaiknya ditulis setiap hari minggu malam untuk merefleksikan apa yang terjadi dalam satu minggu silam. Hal ini menyiapkan mental kita menghadapi minggu yang akan datang.

2.Practice acts of kindness (Perbuatlah kebaikan)
Rasanya semua ajaran agama dan fiosofi mengajarkan pentingnya berbuat baik kepada sesame. Berbuat kebaikan tidak selalu berarti menyumbang sejumlah uang untuk sebuah pekerjaan social! Walau ini adalah hal yang baik untuk dilakukan, ada hal-hal lain yang mengajak kita untuk memberikan waktu bahkan diri kita. Mengunjungi teman yang sakit, atau membantu seorang nenek menyebrang jalan, atau menjadi relawan dalam sebuah aksi social.

Menurut para ahli, ada baiknya kita membiasakan diri berbuat baik secara acak(contoh: membukakan pintu bagi seorang ibu yang sedang mendorong kereta bayi) dan secara sistematis (menjadi relawan atau terlibat secara teratur dalam kegiatan social tertentu.

3. Savor life’s joy (Menghargai hal-hal kecil dalam hidup)
Perhatikan momen-momen yang menyenangkan dan pertahankan sense of wonder seperti anak kecil yang mudah terpesona dengan hal-hal yang kecil. Seperti, mengagumi harumnya bunga atau menikmati angina yang menerpa tubuh atau langit yang biru atau deburan ombak. Ahli psikologi berpendapat hal-hal seperti ini adalah “foto mental.” Memvisualisasikan “foto-foto mental” ini sangat berguna untuk merelaksasi diri.

4. Thank a mentor (Berterima kasihlah kepada orang yang berjasa kepada kita)
Jika anda merasa ada orang yang berjasa terhadap hidup anda (menolong anda ketika susah atau memberi jalan keluar dikala anda bermasalah) haturkan terima kasih anda segera. Ucapan terima kasih ini sebaiknya dillakukan dengan terinci dan langsung di hadapan orang tersebut. Hindari penyampaian lewat surat atau telepon.

5.Learn to forgive (Belajar mengampuni)
Mengusir rasa marah atau kesal dapat dilakukan dengan menulis surat pengampunan terhadap orang yang bersalah kepada anda. Hal ini membawa kelegaan dan kesehatan mental. Mengampuni tidak terbatas kepada orang lain, tetapi juga terhadap diri sendiri! Penelitian menemukan ketidakmampuan untuk mengampuni membawa rasa dendam dan ketidaknyamanan hidup. Sebaliknya, mengampuni jelas membawa damai dan membangun perasaan positif tentang hidup. Bukankah anda merasa lebih damai jika anda sendiri menerima pengampunan? Ini adalah hadiah terbesar dalam hidup.

6. Invest time and energy in friends and family (menginvestasikan waktu untuk keluarga dan teman)
Kata peneliti ilmu kebahagiaan, berapa pun uang yang anda punya, pekerjaan hebat yang anda miliki, istana tempat anda tinggal, atau kesehatan prima tidak menambah kepuasan dalam hidup. Faktor paling utama yang membuat hidup lebih indah adalah hubungan dengan sesama, hubungan dengan mereka yang kita kasihi.

7. Take care of your body (menyayangi diri sendiri)
Berolahraga secara teratur, tidur yang cukup, mempunyai selera humor untuk menikmati lelucon, tertawa dan ringan memberi senyuman dapat meningkatkan suasana hati dan mood anda. Jika sering dilakukan akan membawa kepuasan hidup.

8.Develop strategies for coping with stress and hardship (kembangkan strategi untuk mengatasi stress dan masalah)
Masa-masa sulit dalam hidup tidak dapat dihindari. Iman dan agama telah terbukti dapat menolong di saat-saat sulit. Pepatah seperti “habis gelap terbitlah terang” atau “badai pasti berlalu” memang memberi kekuatan akan pengharapan yang ada di balik badai.

Ketabahan dan pengharapan adalah strategi jitu untuk menghadapi masalah atau penderitaan. Di bagian akhir buku ini, topik ini secara khusus akan dibahas lebih dalam lagi.

Pentolan Diringkus, OPM Tebar Ancaman Mereka mengancam akan menabuh genderang perang.

Gabungan anggota Polri dan TNI meringkus salah satu pentolan Kelompok Separatis Organisasi Papua Merdeka, Enggaranggo Wenda alias Rambo Wenda (27) di satu hotel di Wamena Jayawijaya Papua, Minggu 26 Oktober 2014.

Menyikapi penangkapan itu, Komando OPM Wilayah Pegunungan Papua menebar ancaman perang, akan mencari setiap warga pendatang yang ada di seluruh Papua jika Polisi tidak segera membebaskan Rambo Wenda.

"Kami minta polisi segera melepaskan rekan kami Rambo Wenda. Bila tidak, kami bersama seluruh rakyat Papua menyatakan perang dan akan menjadikan seluruh warga non-Papua yang ada di Papua sebagai target," kata Panglima OPM Wilayah Pilia Lany Jaya, Puron Wenda melalui telepon selulernya, Selasa 28 Oktober 2014.

Dia mengatakan, batas waktu pembebasan Rambo dan lima rekannya yang ditangkap, dalam dua hari ke depan. "Bila tidak dilaksanakan, maka genderang perang akan ditabuh," katanya.

Puron Wenda juga mengklaim sudah menghubungi Kapolda Papua Irjen Yotje Mende guna meminta pembebasan terhadap rekannya. "Saya juga sudah telepon Kapolda untuk meminta Rambo dan sejumlah rekannya dibebaskan," katanya.

Dalam kesempatan itu, Puron juga mengatakan, bahwa Rambo adalah rekannya seperjuangan di dalam Organisasi Papua Merdeka. "Dia prajurit kami, dulunya dari Puncak Jaya kemudian ke Lany Jaya, kami dulu sama-sama menyerang Polsek Pirime," katanya.

Puron Wenda juga mengungkapkan, bahwa nama asli Rambo Wenda adalah Enggangranggo Wenerengga. Namun dia dijuluki Rambo karena prajurit tangguh. "Di setiap wilayah bila ada prajurit kami yang tangguh, yang mampu berperang melawan aparat, disebut Rambo," katanya.

Sementara itu Kapolda Papua Irjen Yotje Mende mengaku dihubungi pimpinan kelompok kriminal bersenjata, namun dirinya tidak bersedia berkomunikasi. "Saya tidak mau komunikasi dengan mereka, karena mereka pelaku kriminal," katanya.

Rambo Wenda ditangkap bersama Derius Wanimbo dan 4 rekannya. Dari tangan mereka disita puluhan amunisi antara lain dua magazen, peluru kaliber 7.62 mm 29 butir, satu pisau, enam cap, dan uang Rp220 ribu.

Dari hasil penelusuran, Rambo Wenda mulai dikenal saat berhasil menyerang Pos Polisi Tingginambut Puncak Jaya, Januari 2009. Ia berhasil menyita beberapa ucuk senjata jenis SS1 milik Polisi. Atas keberhasilannya itu, Rambo kemudian diberikan wilayah kekuasaan di Kali Semen Mulia Ibu kota Puncak Jaya.

Pada 2011, setelah pemekaran Lany Jaya, OPM kemudian mekar dengan lahirnya Komando Daerah Operasi Pilia. Rambo lantas bergabung dengan Puron Wenda. Mereka kemudian menyerang Polsek Pirime lalu menewaskan tiga polisi serta merampas senjata apinya

Nickolas: Ucapan PM Vanuatu Bohong Besar, Tidak Ada Pelanggaran Besar di Papua

Ucapan PM Vanuatu Moana Carcasses Kalosil pada Sidang Tahunan Dewan HAM PBB di Jenewa Swiss tanggal 4 Maret 2014 dinilai sangat melukai masyarakat Papua.
Hal itu dikatakan Mantan Menteri Luar Negeri Organisasi Papua Merdeka (OPM) Nickolas Messet dalam jumpa pers yang digelar di Hotel Kaisar Pancoran Jakarta, Rabu (26/3).
Lebih lanjut, Nickolas mengatakan berkaitan dengan pelanggaran hak asasi manusia (HAM) di Papua dinilainya sangat mengganggu komunitas demokrasi seluruh dunia. Munculnya penolakan masyarakat khususnya masyarakat Papua terhadap pidato PM Vanuatu dan membuktikan bahwa pidato tersebut tidak berdasar serta mengandung unsur politis terselubung.
Menanggapi pernyataan itu,  tokoh papua yang dimotori oleh Nickolas Messet membantah ucapan PM vanuatue yang dianggap bohong besar. Pelanggaran HAM  yang terjadi setiap hari di Papua, bahwa  foto-foto yang dikasih oleh Perdana Menteri yang beredar di internet itu sudah dari tahun 70 an.
“Itu bohong besar, bilang terjadi pelanggaran HAM setiap hari di papua,” ungkapnya.
Ia menjelaskan bahwa saat ini Papua sedang mengalami pertumbuhan ekonomi dan perkembangan infrastruktur yang  baik, dari segi penegakan hukum. Jenis bentuk pelanggaran HAM sudah tidak ada  seperti di era tahun 70 an, sejak reformasi bergulir pasca runtuhnya rezim Soeharto, Papua mengalami satu kemajuan yang bagus.
“Memang kita tidak menyangkal, benar ada pelanggaran HAM ditahun tahun 70an dari Aceh sampai Papua,” terang dia.
Dikatakannya, ada pelanggaran HAM besar-besaran di saat orde baru memerintah, dan disaat tanggal 21 Mei 1998 turunya rezim Soeharto, sejak reformasi bergulir dan kebebasan demokrasi dikedepankan, pelanggaran HAM sudah tidak ada lagi.
“Jadi kalau ada Perdana Menteri dari negara kecil yang mengatakan ada pelanggaran HAM yang terjadi setiap hari di Papua itu sama sekali bohong. Mau mengungkit-ngungkit lagi masalah yang lalu,” ujarnya.
Diakhir pembicaraan Mantan Menlu OPM ini mengakui sebenarnya NKRI ini sudah aman dan tentram bagi orang Papua sudah mulai sadar bahwa perjuangan mereka bukan merdeka.
“Tapi untuk mementingkan hak-hak asas mereka atau mementingkan hak-hak leluhur mereka, tanah, kekayaan alam, itu harus dibagi rata sama orang papua,” tutupnya.

Diskusi publik: “pemekaran wilayah papua”


Diskusi publik dengan tema “pemekaran wilayah papua” yang diselenggarakan oleh Yayasan Padma Indonesia hotel saripan pacific di istana ballroom lantai 4 Senin (26/2/13)
Acara tersebut dihadiri Gubernur terpilih Papua, Lukas Enembe dengan 52% hasil pemilihan dari 6 calon dengan optimis akan dilantik nantinya.
Persoalan papua bukan baru pertama kali ini dibicarakan,papua dilihat dari sudut pandang mana? Atau kesejahteraannya? Yang terjadi jauh dari harapan dan keinginan rakyat papua . Persoalan papua ini sangat komplek (masih ada) dan belum selesai “tegas mantan bupati puncak jaya.
Pemekaran akan meleyapkan suku-suku, mereka butuh hidup dan Kabupaten yang dimekarkan tidak memberikan apa-apa. Sangat sedikit sumber daya, Pemekaran ini pertumbuhan ekonomi, investasi. Propinsi peluang tidak ada. Bila ingin kaya jangan jadi gubernur di Papua. Jadi pengusaha saja, kami yang salah di papua. Problem utama dikarenakan belanda memberikan Kemerdekaan. Orang dipegunungan adalah anak kandung bangsa indonesia, karena belanda tidak pernah menjajah pegunungan hanya bendera merah putih yang masuk pertama disana.
Bagaimana mempersoalkan papua, bentuk Tim (bupati,asosiasi,orang tengah) saat ini yang terjadi adalah di daerah pegunungan. Kebijakan dari awal sudah salah, sejauh saya untuk kesejahteraan papua saya siap mati, karena orang tua saya masih pakai koteka.” Ujar lukas
Paskalis Kossay (Ketua Kaukus Papua/ anggota DPR RI), mengatakan “Buku ini saya lahirkan bagian dari aspirasi masyarakat papua. Sekitar 50 usulan kab/kota di seluruh tanah papua. Dan ada 5 calon propinsi. Di papua bisa dibuatkan menjadi 7 propinsi. Berbagai kebijakan sudah ditempuh ternyata persoalan ini tidak pernah diatasi. Kita belum menemukan akar sesungguhnya. Akar masalah sesungguhnya dari aspek politik dan kesejahteraan. Dengan pendekatan pemekaran yang dapat mensejahterakan rakyatnya. Memang orang papua yang melihatnya berbeda-beda.

Rawan Lumbung Korupsi Pejabat, Pendemo Tolak Otsus Papua


Ratusan massa yang tergabung dalam Kaukus Papua Indonesia dan Himpunan Mahasiswa Islam Community menggelar aksi demo di Kementerian Dalam Negeri, Kamis kemarin (18/9).
Mereka mendesak Ditjen Otda agar melaksanakan supervisi pembangunan daerah Papua secara utuh dan menyeluruh dengan melaksanakan amanat UU No. 21/2001.
“Kami menolak dengan tegas Otsus Papua yang hanya menjadi lumbung korupsi para pejabat Pemda,” demikian disampaikan Koordinator aksi Alfit.
Namun, hal menarik sejumlah massa yang ikut bergabung tak satupun massa nya dari masyarakat Papua. Lebih parahnya, salah seorang Ibu-ibu yang ikut bergabung dalam demo itu mengaku tak mengerti perihal Otsus Papua yang menjadi tuntutannya.
Menurut Alfit, revisi UU Otonomi Khusus (Otsus) Papua yang nantinya diharapkan menjadi Otsus Plus bukanlah jalan keluar dan kebutuhan bagi rakyat Papua. Sejatinya yang utama adalah bagaimana Implementasi UU No. 21/2001 dapat terlaksana secara substansial.
“Otsus Papua sudah memberikan sebuah keleluasaan bagi rakyat Papua untuk menjalankan kehidupan yang layak dan mensejahterahkan rakyat Papua, namun kenyataan dilapangan sangatlah jauh dari harapan,” ungkap Alfit.
Dikatakan dia, faktor utama kegagalan Otsus Papua bukan dari segi produk perundang-undangannya, melainkan mental pejabat pemerintahan Papua yang sangat korup.
“Dengan adanya otsus itu, Pemprov Papua sangat memiliki peran dalam menata dan mengelola pemerintahan daerahnya secara otonom tetapi dengan mental korup dari pejabat inilah Otsus Papua berjalan tidak maksimal,” beber dia.
Maka itu, lanjut Alfit, pemberantasan korupsi harus menjadi prioritas dalam menjalankan otsus Papua sesuai harapan seluruh rakyat Papua.
“Jangan lagi Otsus Papua menjadi bahan bargaining bagi kelompok tertentu yang selalu mengkumandangkan kata ‘Merdeka’ disetiap aksinya, sehingga dana Otsus dapat menyentuh pembangunan Papua secara fisik maupun non fisik yang akhirnya rakyat Papua dapat merasakan pembangunan secara langsung bukan segelintir orang yang mengeruk keuntungan semata,” tegasnya.
Tak hanya itu, pihaknya meminta aparat hukum memerangi praktek korupsi yang menodai semangat Otsus.
“DPR berhentilah membahas revisi UU Otsus Plus Papua sebagai komoditi politik pencitraan belaka,” pungkas Alfit bersama rombongan massa bayarannya.

BERITA PAPUA