728x90 AdSpace

atribusi

RENUNGAN

RENUNGAN

Senin, 20 Maret 2017

PERTAPA "PEREMPUAN, TANAH PAPUA"

Dialah ibu ku dan dia pahlawanku dalam hidupku
Ilustrasi Nogey Black Tebai

Jika aku punya tangan,
Ingin kutampar para pemotong serat – serat tubuhku,
Ingin kugampar para penambang daging dan darahku,
Ingin kutinju wajah para penjual dan penggadaiku
Sayang seribu sayang,
Aku tak punya tangan,
Tak bisa ‘lap, tumbu dalam muka, tampeleng, pilang’ mereka.
Jika aku punya kaki,
Ingin kuberanjak sekian kilometer dari posisi tidurku,
Agar mereka yang selalu bicara manis demi dapatkan tubuhku,
Terdiam dan sadar bahwa aku tak menginginkan mereka.
Sayang seribu sayang,
Aku tak punya kaki,
Hingga masih saja ‘dapa paku’ dan ‘dapa kurung’ dalam penjara kasat mata.
Jika aku punya pinggul,
Ingin kugoyangkan dengan keras,
Menghempas tangan – tangan kotor itu,
Kala mereka menggerayangiku.
Sayang seribu sayang,
Aku tak punya pinggul,
Hingga kuku – kuku penuh kuman itu tertancap mulus; Merobek kulit.
Jika aku punya gigi,
Ingin kumakan para penjilat yang menjual keperawananku,
Ingin kumamah pedagang – pedagang tubuh dan selaput dara;
Ingin kucabik para pembual politik.
Sayang seribu sayang,
Aku tak punya gigi,
Hingga bibir dan lidahku terus dikulum mereka.
TAPI …
Aku masih punya mata,
Untuk melihat kebuasan dan kebrutalan mereka di tubuhku.
Aku masih punya jantung,
Untuk memompa darah cinta ini ke seluruh sel tubuhku yang terperkosa.
Aku masih punya hati,
Untuk menyaring racun –racun kepahitan hidup.
Aku masih punya telinga,
Untuk mendengarkan jeritan lapar bocah – bocah dusun sagu.
Aku masih punya otak,
Untuk menerjemahkan persepsi inderaku tentang penderitaan.
Aku masih punya hidung,
Untuk mengendus tubuh – tubuh penuh kuman kekerasan dan keserakahan.
Aku masih punya lidah,
Untuk mengecap nafsu, ketamakan, cinta diri sendiri, kerakusan dalam cumbuan hangat.
Dan aku …
Perempuan tanpa tangan, kaki, pinggul dan gigi ini
Masih punya S-U-A-R-A!!!
Untuk bicara, menjawab, bertanya, menjerit, memaki, menyumpah, melengking, tertawa, berteriak, menyapa, dan bilang, “Stop tipu sa suda!!!”
Karena aku, perempuan ini adalah “PERTAPA”
Aku PERempuan dan namaku ‘TAnah PApua”

Rabu, 08 Maret 2017

HIDUP UNTUK MENGHASILKAN BUAH

poto Eligius Dogomo /kampung Duntek (DM)
Setiap manusia baik, orang kaya, miskin, anak kecil, bahkan orang tak normal pun sementara kita sedang menanamkan pohon untuk menghasilkan buahnya. Dimana pohon kita berikan pupuk yang baik otomatis tumbuh dengan subur dan pasti akan menghasilkan buah dengan hasil yang sangat memuaskan bagi kita, Namun jika kita tdk memberikan pupuk yang kurang memadai pasti hasilnya juga kurang baik.
Maka apa yang kita perbuat terhadap pohon itu menjadi hasilnya, walaupun pohon tersebut itu ditanam di tanah yang tanduspun jika kita merawat dengan baik tetap akan berbuah dengan baik.
Agar supaya apa yang kita tanam menjadi tak sia-sia rawatlah pohon itu dengan sebaik-baiknya, jika ada benalu di pohon tersebut bersihkan semaksimal mungkin agar pohon tersebut itu tdk mati.
Sebab pohon yang kecil itu musti dijaga dan dirawat oleh manusia, jika ada hama lihat dan bersihkan selalu sebab untuk menghasilkan buah yang baik butuh pengorbanan dan tenaga manusia.
Segala yang di tanam atau dikerjakan pasti buahnya kita sendiri yang akan menikmati, jika kita merawat baik maka kita menghasilkan buah yang baik dan kita menikmatinya, jika tdak merwat maka tdk akan menghasilkan dan menikmatinya.
Perumpamaan buah diatas ini sama dengan hidup manusia, Jika kita hidup sesuai kehendak kita sendiri maka akhirat kita akan di kecewkan jika kita hidup sesuai apa di tetapkan oleh Tuhan maupun ditetapkan bersama pasti kita akan bahagia bersma Sang Pencipta-Nya.

Sabtu, 04 Maret 2017

JANJI YANG TERINGKARI

Ilustrasi Nogey Black Tebai.
Malang 02/10/2016 -jam 11.00
Dari manis katamu aku mengumpulkan kekuatan
rasa kasih yang tulus padamu ku persembahkan
hingga aku terlupa pahitnya luka hati seperti apa
aku tak mampu mengenali perih yang menyetubuhi dada

Yang aku tau hanya rindu yang biru
perlahan lamur pada gemawan langitku
lalu mencair menumbuhkan musim-musim baru
menjatuhkan aku pada lembah sepi tanpa tanpamu

Entah kemana kau pergi
menyodoriku hari-hari tak pasti
memaksaku menikmati kesepian ditengah keramaian
diantar lalu lalang kisah kita yang tinggal kenangan

Pada salah kata yang mana tak ku sadari
hingga perpisahan kau ulurkan tanpa ragu
kau pergi membawa setumpuk harapanku
kau ratakan istana kasih berpagar janji

Harus benci ataukah bahagia
untuk kisah kita yang telah poranda
semoga tak ada aku yang kedua pun ketiga
yang teguh dengan setia namun dianggap tak ada

Rabu, 22 Februari 2017

Ada sebuah cerita

Ilustrasi Semii Dogomo
Ada 1 cerita." PADA SUATU HARI DIMANA SEORANG AYAH MEMBAWAH DAN MENGGANDENG TANGAN ANAK2 BERJALAN UNTUK MENDAKI GUNUNG. SETELAH TIBA, SANG AYAH BERTERIAK SAMBIL MENGATAKAN '... wwwwoooouuuoooo....' LALU ANAKNYA INI BINGUNG DENGAN SUARA SANG AYAH ITU. KARENA SUARA TERSEBUT MENGHASILKAN PANTULAN SUARA/ GEMA , DAN BERULANGKALI AYAH MELAKUKAN HAL TERSEBUT LALU ANAKNYA JUGA MELAKUKANNYA. DAN SAMPAI PULANG ANAKNYA MASIK INGAT DENGAN HAL TERSEBUT LALU ANAKNYA INI BERTANYA KAPADA AYAHNYA TENTANG (GEMA/ PANTULAN SUARA) LALU AYAHNYA MENJAWABNYA  KATANYA "JIKA KITA MEMILIKI KELEBIHAN TERHADAP ORANG LAIN MAKA KITA JANGAN SOMBONG KERENA AKIBATNYA AKAN KEMBALI KEPADA KITA SENDIRI SEPERTI SUARA TADI.


 TRIMZ  . SA SANGAT SENANG KALAU CERITA INI TEMAN" PAHAMI .

Jumat, 17 Februari 2017

Hidup kita bagaikan roda yang berputar

Jumat 17 februari 2017 
ilustrasi  M Tebai 
Semarang 17 februari 2017( DM)Kadang kita berjalan di lorong gelap, panjang seolah tanpa ujung. Berjahanlah sampai tiba diujung jalan yang penuh penuh cahaya kasihNya

Tuhan dapat melakukan jauh lebih banyak dari apa yang kita doakan atau pikirkan

"Pelangi" dan cahaya janji Tuhan hanya bisa dinikmati mereka yang rela berjalan di tengah badai kehidupan

TUHAN adalah baik bagi orang yang berharap kepada-Nya, bagi jiwa yang mencari Dia

Jawaban yang lemah lembut meredakan kegeraman, tetapi perkataan yang pedas membangkitkan marah.

Berbahagialah mereka yang membawa damai

Segala perkara dapat kutanggung di dalam DIA yang memberi kekuatan kepadaku

Dengan tubuh yang prima pelayanan dan kerja lebih optima.

Saat jalanku seolah di lorong gelap tanpa ujung, aku hanya menatap setitik cahaya jauh di depan berharap ada jalan keluar, berserah

Banyak orang mencari (butuh) telinga kita tapi ehh... Kita malah berikan mulut (banyak bicara)
Doa dalam hati atau bersuara sama kok kuasanya, yang penting tulus dan dengan iman

Adalah baik menanti dengan diam pertolongan Tuhan. Sbab Dia tak pernah terlambat dan juga tidak tergesa-gesa menjawab doa

Pikullah beban yang Kupasang dan belajarlah pada-KU, Itulah jalan engkau belajar rendah hati dan jiwamu mendapatkan ketenangan

Ketika kita lelah berjalan penuh beban, Tuhan siap 'menggendong' dengan tanganNya yang kuat

RancanganNya adalah damai sejahtera, demi kebaikan kita

Jika engkau mudah kecewa kecillah kekuatanmu. Berharaplah pada Tuhan, bukan manusia.
Mereka yang rajin dan murah hati takkan kekurangan rezeki

TUHAN menguji batin, memberi balasan kepada setiap orang setimpal dengan perbuatannya
Kalau kesenangan menjauhkanku dari Engkau, jauhkanlah. Jika kesedihan mendekatkanku kepadaMu, dekatkanlah
Asal aku tau bahwa Tuhan besertaku, maka bagiku lembah kekelaman atau negri kedamaian tidak ada bedanya
Tuhan tak pernah lalai menepati janjiNya
Curahkanlah isi hatimu kepadaNya, sbab Ia yang memelihara hidupmu.
Penulis adalah Maria Tebai kuliah di semarang

Kamis, 16 Februari 2017

Hidup kita tak terasa waktu kita jalani

Hidup memang terkadang berjalan tak sesuai dengan apa yang direncanakan, apa yang kita bayangkan di masa lalu ternyata tak seindah dengan kenyataannya. kamu tentu boleh saja memiliki rencana dan impian ingin jadi apa kedepan nanti, karena hidup itu memang berawal dari sebuah mimpi. Mimpi-mimpi yang dirangkai nantinya akan menjadi sebuah rangkaian sejarah kehidupan yang entah terjadi atau tidak. Itu semua tergantung pada dirimu!
Apapun itu mimpi dan tujuanmu, kamu pasti harus melewati beberapa rintangan untuk menggapainya. Rintangan ini selalu bersifat menjatuhkan, sehingga rasa lelah dan gundah pasti menghampiri tatkala segala apa yang telah diusahakan belum juga membuahkan hasil.
Kamu mungkin akan bertanya, menangis, bahkan marah pada dirimu sendiri, entah apa yang salah dan apa yang kurang. “Padahal selama ini aku sudah berupaya mati-matian untuk menggapai tujuanku! Tapi mengapa hingga saat ini aku belum mendapatkan apa yang aku mau? aku lelah, aku capek, aku marah, aku sedih dengan keadaan seperti ini. Terlebih sudah cukup lama aku menganggur. Jika boleh jujur, impianku cukup simpel, aku hanya ingin membahagiakan kedua orang tuaku dan membalas apa yang telah mereka korbankan dalam membesarkanku. Tapi mengapa jalanku harus seperti ini! Rasa semangat ini lambat laun semakin memudar, hidupku seperti layaknya tanpa harapan, dan aku hanya bisa pasrah.”

Perjalanan yang panjang dan menyakitkan kadang membawa kita hingga ke level tingkat kemurungan yang paling bawah. Bahkan disela-sela tidur sekalipun, ditengah malam, kita kadang terbangun dan menangisi kehidupan ini, dan bertanya mengapa, mengapa, dan mengapa?

Kamu boleh saja menangis, marah, melamun tentang kehidupan ini, tapi tidak dengan mengeluh dan menyerah! Karena itu bukanlah sesuatu yang orang bijak pernah lakukan. Cobalah kamu mengingat ini, ketika dirimu telah memasuki tahap-tahap kepasrahan akibat dari susahnya hidup.
Penulis : Maria Tebai kuliah di semarang 

BERITA PAPUA