728x90 AdSpace

atribusi

RENUNGAN

RENUNGAN

Selasa, 12 Agustus 2014

SURVAI MASALAH SOSIAL EKONOMI PETANI KAKAO SECARA PARTISIPATIF Cetak Email

Tanaman kakao sudah menjadi komoditi pertanian andalan di Kabupaten Jayapura sejak dicanangkan oleh pemerintah Kabupaten Jayapura kurang lebih satu decade yang lalu.Dengan dukungan utama dari pemerintah daerah, partisipasi aktif dari warga masyarakat, serta kerjasama dan dorongan dari berbagai lembaga di tingkat masyarakat dan dunia usaha, hamparan tanaman kakao rakyat bertambah luas dari tahun ke tahun.Target pemerintah Kabupaten Jayapura bahwa setiap rumah tangga petani di wilayah ini untuk memiliki kebun kakao kurang lebih 2 hektar diperkirakan hampir terealisasi.Hal itu berimplikasi pada peningkatan produksi dan ekspor komoditi kakao dari wilayah ini dan meningkatnya sumber penerimaan tunai bagi rumah tangga petani yang mengusahakannya.Perkembangan dan keberhasilan pengusahaan tanaman ini secara langsung berdampak pada peningkatan kesejahteraan rakyat di Kabupaten ini.
Walaupun telah memberikan kontribusi yang signifikan terhadap perkembangan ekonomi kerakyatan, namun pengusahaan tanaman kakao ini berhadapan dengan persoalan sustainabilitas produksi yaitu upaya untuk mempertahankan produktivitas yang optimum dalam proses produksi tanaman tahunan penghasil uang tunai (cash crop) ini.Dalam beberapa tahun terakhir, perkembangan kebun Kako Rakyat menghadapi tantangan yang cukup besar dalam mempertahankan kestabilan produksi dan keadaan tanaman perkebunan rakyat tersebut. Indikasi ini terlihat dari penurunan hasil panen buah kakao yang terus menurun (keterangan masyarakat setempat). Hal ini disebabkan hampir70% tanaman kakao terserang hama dan penyakit, dan makin menurunnya perhatian masyarakat terhadap kebun kakaonya.Di samping itu,belumadanya tindakan pencegahan atau upaya-upaya para pihak dalam penanggulangan hama dan penyakit; makin rendahnya kepedulian masyarakat dan pemerintah daerah kabupaten.
Upaya untuk mengembalikan kejayaan komoditas kakao sebagai komoditas andalan masyarakat di Kabupaten Jayapura akan menunjang peningkatan pendapatan masyarakat kampung yang layak dan berkelanjutan, juga secara langsung akan meningkatkan kemampuan ekonomi masyarakat terutama dalam meningkatkan kesejahteraan dan kesehatan masyarakat yang diserasikan dengan perbaikan dan pelestarian lingkungan hidup. Di samping itu perbaikan mutu biji kakao rakyat di kampung akan menunjang peningkatan peran masyarakat dalam meningkatkan posisi petani (nilai tawar) serta akses pasar, dampaknya akan menunjang perbaikan akses masyarakat kepada pendidikan, kesehatan, kerentanan serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan kehidupan yang lebih layak dan damai.
Hal inilah yang menjadi kepedulian KIPRa Papua untuk berkerjasama dengan OFXAM dalam rangka mengupayakan kembalinya peran serta dan keaktifan masyarakat dalam merestorasi kebun kakao, mengupayakan perhatian para pihak, membangun kepedulian bersama / secara kolaborasi mencari dan mengupayakan jalan keluar serta mengembangkan gerakan social ekonomi dan teknologi terpadu dalam mencapai kesejahteraan dan keadilan ekonomi rakyat setempat.

Tujuan
  1. Menentukan strategi pedekatan yang tepat dalam pengembangan kemampuan petani, jaringan pemasaran dan pengembangan kelompok petani.
  2. Pengorganisasian masyarakat untuk persiapan pelaksanaan sosialisasi program.
  3. Menyepakati cara, tempat dan waktu pelaksanaan kegiatan sosialisasi.
METODE PENELITIAN

Waktu dan Tempat Penelitian
Penelitian ini dilakukan di dua kampung, masing-masing Kwansu yang terletak di distrik Kemtuk dan Hamongrang yang terletak di wilayah Distrik Nimbokrang, Kabupaten Jayapura.Kedua kampung ini terpilih sebagai wilayah studi dengan pertimbangan bahwa sebagian besar masyarakat di wilayah ini mengusahakan tanaman kakao sebagai komoditi utama penghasil arus uang tunai dalam usahatani sebagaimana yang telah terrekam dalam proses penilaian awal (pre-assessment) yang dilakukan oleh Yayasan KIPRa.

Metode Penelitian
Penelitian ini adalah sebuah survey terhadap rumah tangga petani kakao di desa sasaran dengan maksud untuk mempelajari distribusi dan kecenderungan-kecenderungan darivariabel-variabel tertentu yang ingin dipelajari dari responden dalam kaitan dengan pencapaian tujuan penelitian.
Adapun variabel-variabel penelitian dimaksud, tergolong dalam tiga ategori, meliputi :
a.Variabel-variabel tentang karakteristik sosial ekonomi rumah tangga petani kakao yang menjadi responden dalam responden
b.Variabel-variabel tentang karakteristik usahatani kakao
c.Variabel situasi sosial, ekonomi dan budaya yang berperan dalam perkembangan usahatani kakao.
Disamping survey, dalam penelitian ini digunakan juga metode observasi lapangan untuk memperoleh sejumlah informasilanjutan yang diperlukan terkait temuan-temuan di dalam survey.

Metode Pengambilan Sampel
Sampel rumah tangga usahatani kakao diambil secara acak dari populasi rumah tangga usaha tani kakao di masing-masing kampung.Dari populasi rumah tangga pengusaha komoditi kakado di Kampung Kwansu yang berjumlah …. rumah tangga, dipilih …. rumah tangga sebagai sampel.Di kampung Hamongrang, diambil …. rumah tangga sebagai sampel dari ….jumlah populasi rumah tangga usahatani kakao.

Metode Pengambilan Data
Data dan informasi di lapangan dikumpulkan dengan cara wawancara terstruktur, yaitu dengan berpedoman pada daftar pertanyaan (questionnaire) yang telah dipersiapkan.Disamping itu dilakukan juga wawansacara semi-struktural terhadap sejumlah informan kunci yang relevan dengan usaha tani kakao di kedua kampung sasaran. Disamping itu, pengumpulan data juga dilakukan dengan metode Fokus Group Discussion FGD) di kedua kampung.

Petani Kopi Moanemani Dogiyai Banyak Beralih Usaha

Petani Kopi Moanemani Dogiyai Banyak Beralih UsahaFeatured


Tim Dalev UP4B bersama tim dari Kemenkop UKM, Kemenpera dan Uncen) bersama Ir. D. Tebay  (tengah) penggiat tanaman kopi  di Moanemani  Kabupaten Dogiyai. (Foto: Mariyono, UP4B)

Petani kopi di Moanemani Kabupaten Dogiyai, kini banyak beralih usaha dan cenderung memilih sesuatu kegiatan yang cepat mendatangkan hasil. Akibatnya, hasil produksi kopi di daerah ini kian hari makin berkurang. Kawasan ini memiliki potensi, karena jenis tanah dan memiliki jenis kopi yang sangat khas. Kopi di daerah ini dikenal sejak zaman Belanda dan masyarakat sudah lama dikembangkan. Sayangnya, kini banyak kebun tidak terawat dan tidak lagi produktif.

Menurut catatan, potensi kopi di Provinsi Papua khususnya tersebar di wilayah pegunungan meliputi Kabupaten Jayawijaya, Paniai, Yahukimo, Pegunungan Bintang, Nduga, dan Tolikara memiliki potensi yang luar biasa. Sementara Kabupaten Jayawijaya dan Paniai memberikan kontribusi tersebar terhadap produksi Kopi Provinsi Papua, yaitu 76 persen. Menurut dosen Uncen Thobby Wakarmamu dalam Kajian Pengembangan Komoditi Unggulan di Provinsi Papua, menyebutkan bahwa pada tahun 2011 luas lahan perkebunan Kopi di Provinsi Papua mencapai 8.993 hektar dengan rata rata produksi pada kurun waktu 2005 – 2011 mencapai 1.983,14 ton per tahun. Sedangkan pruduktivitas baru 275,39 kg per hektar, dan ada kecenderungan menurun.


Seorang pekerja di pengolahan kopi “P5” Dogiyai. (Foto: Mariyono, UP4B)

Permasalahan utama yang dihadapi berdasarkan pengamatan lapangan pada saat kunjungan lapangan dalam rangka Pengendalian dan Evaluasi  P4B yang dilakukan pada dua tahun terakhir ini adalah masih sulitnya pemasaran dan sangat kurangnya pendampingan.

Adalah Ir. D. Tebay yang sudah sejak tahun 1980 an telah menekuni bisnis pengolahan Kopi Bubuk di Distrik Moanemani Kabupaten Dogiyai dahulu merupakan wilayah Kabupaten Paniai dengan Merk Dagang “P5”. Hingga kini komoditas kopi ini, masih tetap dikembangkan. Menurut  Tebay  saat ini di Wilayah Kabupaten Dogiyai terdapat 28.000 batang pohon Kopi, yang berada di wilayah lereng Mapia dan lembah Moanemani, dengan lebih dari 200 orang petani Kopi yang selama ini memasok biji Kopi ke tempat usahanya. Akan tetapi karena minimnya perawatan, menyebabkan produktivitas  rendah. Biji Kopi dengan kualitas I dibeli dengan harga harga Rp. 25.000,  kualitas II dengan harga Rp. 22.000 dan kualitas III dengan harga Rp. 20.000. Biji Kopi tersebut kemudian diolah, dikemas  dan dijual sebagai oleh oleh khas Moanemani.


Lahan kopi di Dogiyai di tanam secara tradisonal di pekarangan rumah. (Foto: Mariyono, UP4B)

“Semua hasil produksi kopi ini habis terjual disini, tidak saya pasarkan keluar dari tempat ini,” tuturnya penuh semangat. Rata rata per bulan menghabiskan  2 ton biji kopi, karena keterbatasan suplai biji kopi dari petani. Kualitas dan cita rasa Kopi Moanemani memang khas, tidak dijumpai pada produk lain. Tanaman kopi di Dogiyai masih alami, belum mengalami persilangan. Kondisi tanah dan iklim ikut mempengaruhi terhadap cita rasa Kopi. Keinginan untuk mengembangkan usaha kopi tersebut sangat tinggi, namun masih terkendala oleh ketersediaan kopi dari para petani. Saat ini kecenderungannya petani tidak lagi mau mengurus tanaman kopi miliknya, dan meninggalkanya mencari kegiatan lain yang lebih cepat menghasilkan. Hal ini menjadikan produktivitas tanaman kopi rendah dan  tidak lagi efisien.

Tebay berharap, campur tangan Pemerintah dan Pemerintah Daerah untuk membantu mengembangkan perkopian di Papua. Memang ironis,  tidak berkembangnya kopi di Provinsi Papua karena kurangnya akses pemasaran, sementara industri pengolahan kopi masih perlu banyak pasokan biji Kopi. Pendampingan berkelanjutan kelihatannya juga sangat diperlukan

Perkebunan dan Pertanian Tulang Punggung Ekonomi Masyarakat Papua

Biak (Sulpa) – Sub sektor perkebunan dan peternakan sesungguhnya memiliki potensi yang sangat besar, sehingga menjadi andalan kebijakan strategis dalam perkembangan perekonomian pembangunan di Papua.Keterbukaan agrobisnis, Ketersediaan lahan, dan kultur masyarakat Papua merupakan potensi besar yang memberikontribusi bagi pembangunan perekonomian masyarakat Papua. Potensi ketersediaan lahan untuk pengembangan komoditi pembangunan perkebunan dan peternakan seluas 5.541.101 Ha. Pemanfaatannya baru mencapai 167.286 Ha atau 3,63 persen.
Hal itu disampaikan Gubernur Papua Lukas Enembedalam sambutannya yang dibacakan Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Provinsi Papua W Jhon Nahumury pada pembukaan rapat Evaluasi Pembangunan Perkebunan dan Peternakanse-Provinsi Papua tahun 2013, di Hotel Aerotel Irian, Rabu (06/11). Kegiatan ini berlangsung 3 hari dari 6-8 November 2013.
Lebih lanjut Gubernur menerangkan, masyarakat Papua sebagian besar hidup di kampung yang menggantungkan kehidupannya dengan bertani dan berkebun. Dengan demikian program pemberdayaan rakyat melalui sub sektor perkebunan dan peternakan, harus mendapat prioritas dari pemerintah dan dikelola secara lebih terarah serta terpadu, untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat. “Dukungan  dana yang setiap tahun semakin memadai dari Pemerintah Pusat melalui APBN ataupun APBD, seharusnya dapat dimanfaatkan seefisien dan seefektif mungkin. Sehingga terjadi peningkatan produk dan mutu hasil perkebunan dan peternakan.Ini akanmemiliki nilai tambah dan daya saing yang berdampak pada peningkatan pendapatan dan kesejahteraan para petani,” ujar Gubernur.
Menurutnya, Kondisi ekonomi di Papua juga mempengaruhi gejolak politik yang akhir-akhir ini terjadi. Ini dikarenakan sektor pertanian dinilai belum optimal berperan bagi perekonomian di tanah Papua. Petani pendapatannya masih dibawah taraf kesejahteraan. Bahkan diderah tertentu ada kesenjangan kesejahteraan antara petani lokal dan petani transmigran. Diaberharap para pihak yang berkaitan, peka dan melakukan tindakan yang tepat, supaya ada keberpihakan kepada petani lokal dalam rangka pemberdayaan. Kedepan, prioritas pembangunan di Papua adalah meningkatkan kesejahteraan petani local/penduduk asli. “Petani bukan lagi obyek tapi harus menjadi subyek, untuk membangun dirinya menjadi sejahtera,” kata Gubernur.
Gubernur juga berjanji Raperdasus yang mengatur dengan tegas porsi alokasi anggaran pemberdayaan ekonomi kerakyatan, akan segera disahkan dalam waktu dekat. Subsektor perkebunan dan pertanian di era Otsus, diharapkan mampu menjadi tulang punggung pembangunan ekonomi masyarakat di kampung-kampung. Dengan berlakunya UU Otsus yang akan diperkuat dengan UU Otsus Plus, membawa harapan baru terhadap pembangunan di Papua guna tercapainya landasan ekonomi, sosial budayadan politik yang lebih kuat, demi tercapainya Papua Bangkit,Mandiri, dan Sejahtera.
Pembangunan perkebunan dan peternakan sejauh ini sudah memberi dampak positif dengan adanya ketersediaan lapangan kerja, perluasan lapangan usaha dan peningkatan SDM petani dalam usaha taninya. Namun hal ini belum memberikan nilai tambah yang berkeadilan, terutama bagi yang bergerak di sektor hulu. Usaha perkebunan rakyat belum memenuhi skala ekonomi. Luasnya Rata-rata kurang dari 1 Ha/KK. Masih terbentur pada permodalan, akses pasar, akses informasi dan teknologi serta manajeman, yang belum mampu menghasilkan produk primer.
Usaha peternakan pun masih berskala kecil, beberap
a saja yang berskala besar. Kebutuhan pangan asal hewan masih banyak yang didatangkan dari luar daerah. Untuk itu Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kabupaten atau daerah sedapat mungkin memfasilitasi kemudahan dibidang pembiayaan, pengurangan beban fiskal, kemudahan ekspor, pengutamaan produk dalam negeri, pengaturan pemasukan dan pengeluaran hasil perkebunan dan peternakan,mendorong terbentuk dan terlaksananya sosialisasi perkebunan dan peternakan.
Gubernur menambahkan, diperlukan juga peningkatan teknologidibidang perkebunan dan peternakan. Di bidang perkebunan, perlu adanya terobosan genetic untuk menghasilkan bibit unggul, meningkatkan produksi dan mutu hasil. Di bidang peternakan, menyediakan teknologi Inseminasi Buatan (IB) untuk mengatasai  kesulitan mendapatkan bibit unggul ternak, terutama ternak babi di wilayah pegunungan, pesisir dan pulau-pulau di Papua.Untuk meningkatkan efisiensidan nilai tambah, maka pembangunannya menggunakan pendekatan system dan usaha agribisnis, dalam kawasan pengembangan perkebunan dan peternakan berbasis komoditi unggulan setempat.
Dengan demikian dapat menghasilkan produk yang banyak dalam satu kawasan yang terkonsentrasi, dengan tetap memperhatikan kelayakan teknis, sosial budaya dan kelestarian fungsi lingkungan hidup. Diharapkan dengan rapat evaluasi ini, dapat mengevaluasi hasil kerja secara kedinasan dan juga kinerja Pemerintah Provinsi dalam penyelenggaraan pembangunan dan peternakan di Provinsi Papua.

Ancaman Duduki Kantor Golkar Dinilai Tak Dewasa





Penonaktifan dua petinggi Partai Golkar, Ketua Yorrys Raweyai dan Wakil Ketua Agung Laksono membuahkan konsekuensi. Sejumlah pemuda Golkar yang mengatasnamakan Barisan Muda Kosgoro 1957 berencana menduduki kantor pusat partai.
Sekretaris Jenderal Barisan Muda Kosgoro 1957, Sirajuddin Abdul Wahab, Minggu 10 Agustus 2014, mengaku bahwa rencana itu sebagai sikap yang tidak dewasa dalam berorganisasi dan berpolitik. Itu reaksi yang berlebihan. “Itu langkah mundur,” katanya, kepada di Jakarta.
Menurutnya, berorganisasi yang baik tidak dengan mobilisasi massa saat merespons keputusan. Seharusnya, kata dia, aspirasi disampaikan melalui forum dialog, seperti rapat pleno di DPP Partai Golkar, atau Barisan Muda Kosgoro 1957.

Lagipula, menurut Sirajuddin, mereka yang mengancam menduduki itu tak dapat mengatasnamakan Barisan Muda Kosgoro 1957. Sebab, hingga kini, pimpinan organisasi belum punya sikap atas pemberhentian petinggi Golkar. Itu, bahkan belum dibahas resmi.

Ia menilai, rencana sebagian rekannya itu adalah sikap pribadi masing-masing, bukan sikap resmi organisasi. “Memang ada diskusi informal soal penonaktifan Pak Agung Laksono, tetapi bukan rapat resmi organisasi. Jadi, tidak bisa diklaim sebagai keputusan organisasi,” lanjutnya.

Sirajuddin, yang juga Ketua Dewan Pimpinan Pusat Angkatan Muda Partai Golkar (AMPG), menilai pencopotan Agung Laksono dan Yorrys Raweyai itu adalah peristiwa biasa dalam berorganisasi. Ia menyebutnya “penyegaran dan restrukturisasi Partai”.

Ia mengakui, paham atas latar belakang di balik keputusan itu. Yakni, karena keduanya terus mendorong penyelenggaraan Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) Partai Golkar tahun 2014.
Padahal, sesuai rekomendasi Musyawarah Nasional di Pekanbaru, Riau, tahun 2009, telah jelas diputuskan bahwa Munas berikutnya diselenggarakan tahun 2015.

“Jadi, keputusan itu adalah hasil proses politik bersama di Munas, rekomendasi itu tidak datang begitu saja,” simpulnya. Ia menjelaskan, keputusan itu pun bukan keinginan, atau hasil rekayasa Ketua Umum terpilih, yaitu Aburizal Bakrie alias ARB.

Perselisihan pendapat tersebut, kata Sirajuddin, kemudian dijadikan alasan pembenar untuk menduduki kantor pusat Partai Golkar sebagai reaksi pemberhentian. “Menurut saya, secara etis, kalau Pak Agung sudah berbeda jalan dengan Ketua Umum, ya mundur saja,” lanjutnya.

Meski begitu, partai memiliki mekanisme organisasi apabila keduanya menuntut pembatalan keputusan pemberhentian itu, yakni melalui rapat pleno. Sirajuddin yakin, DPP tidak mungkin membuat keputusan gegabah, pasti ada alasan mendasar dan kuat.

Ia mengimbau kader-kader muda Partai Golkar agar sungguh-sungguh memahami nilai dan aturan organisasi. Sebagai partai yang telah lama dalam panggung politik nasional, ia berpendapatan, mustinya Partai Golkar memiliki kader yang matang, tidak bersikap reaktif.

Sebelumnya diberitakan, Wakil Ketua Umum DPP Barisan Muda Kosgoro, Lamhot Sinaga mengatakan akan menduduki kantor pusat Partai Golkar di Jakarta. Ancaman itu berkaitan dengan pencopotan Agung Laksono dan Yorrys Raweyai dari jabatannya.

Katanya, jika dalam dua hari ke depan penonaktifan itu tak dibatalkan, pengurus dan kader Barisan Muda Kosgoro 1957 akan menduduki Kantor DPP Partai Golkar.

Dia mengatakan, nantinya di DPP akan ada mimbar bebas sebagai bentuk protes. “Kita akan mengadakan mimbar bebas. Kalau tidak ada halangan, tanggal 15 Agustus kita akan menduduki DPP,” kata Lamhot.

Senin, 11 Agustus 2014

Perbaikan Puskesmas Meningkatkan Pelayanan Kesehatan

usat Kesesehatan Masyarakat (Puskesmas) yang bagus, bersih, dan nyaman, merupakan dambaan masyarakat. Untuk mengoptimalkan pelayanan kesehatan pada masyarakat, dalam dua tahun terakhir, Pemerintah Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, melakukan pembangunan dan rehab Puskesmas, Puskesmas Pembantu (Pustu), peningkatan Pustu menjadi Puskesmas, serta pembanguanan gedung persalinan Poned (Pelayanan Obstetri Neonatal Emergensi Dasar) di lingkungan Puskesmas. Pada tahun 2011 dilakukan pembangunan 2 unit Puskesmas,  pembangunan 5 unit Pustu, rehab 6 unit Pustu, peningkatan 1 Pustu menjadi Puskesmas, dan pembangunan 11 gedung Puskesmas Poned dengan total anggaran sebesar Rp 9,92 miliar yang berasal dari APBD Kabupaten Cirebon dan APBD Provinsi Jawa Barat. Sedangkan pada tahun 2012 dilaksanakan pembangunan 13 Puskesmas dan 9 Puskesmas Poned dengan total anggaran sebesar  Rp 11,59 miliar yang berasal dari Dana Alokasi Khusus (DAK), APBD Provinsi Jawa Barat, dan APBD Kabupaten Cirebon. Dengan  demikian pada periode 2011 – 2012 total dana yang dikucurkan sebesar Rp 21,51 miliar.
Tahun 2011 Puskesmas yang dibangun adalah Puskesmas Plered dengan anggaran Rp 850 juta, dan Puskesmas Watubelah dengan anggaran Rp 850 juta. Sedangkan Pustu yang dibangun adalah Pustu Cempaka dengan anggaran Rp 165 juta, Pustu Matangaji Rp 165 juta, Pustu Gintung Tengah dengan anggaran Rp 165 juta, dan Pustu Walahar Rp 165 juta. Sementara itu Pustu yang direhab meliputi Pustu Cikulak Kidul, Pustu Japura Lor, Pustu Gemulung Lebak, Pustu Sarwadadi, Pustu Cipanas, dan Pustu Ambit dengan masing-masing anggaran Rp 100 juta. Di tahun 2011 juga dilakukan pengembangan Pustu Cisaat menjadi Puskesmas Sindang Jawa dengan anggaran Rp 650 juta. Selain itu dibangun pula gedung Poned di Puskesmas Babakan dengan anggaran Rp 534,30 juta, gedung Poned di Puskesmas Beber dengan anggaran Rp 579,82 juta, gedung Poned di Puskesmas Gegesik dengan anggaran Rp 578,03 juta, gedung Poned di Puskesmas Kubang Deleg dengan anggaran Rp 592,64 juta, gedung Poned di Puskesmas Klangenan dengan anggaran Rp 573,41 juta, gedung Poned di Puskesmas Mundu dengan anggaran Rp 534,30 juta, gedung Poned di Puskesmas Tersana dengan anggaran Rp 618,56 juta, gedung Poned di Puskesmas Sedong dengan anggaran Rp 537,03 juta, gedung Poned di Puskesmas Watubelah dengan anggaran Rp 534,30 juta, gedung Poned di Puskesmas Plered dengan anggaran Rp 534,30 juta, dan gedung Poned di Puskesmas 534,30 juta.
Tahun 2012 Puskesmas yang dibangun antara lain Puskesmas Gebang dengan anggaran Rp 761,45 juta, Puskesmas Sedong dengan anggaran Rp 570,96 juta, Puskesmas Karangsari dengan anggaran Rp 565,75 juta, dan Puskesmas Susukan dengan anggaran Rp 588,42 juta. Sedangkan gedung Poned yang dibangun antara lain gedung Poned di Puskesmas Ciledug dengan anggaran Rp 555,14 juta, gedung Poned di Puskesmas Karangsembung dengan anggaran Rp 550,53 juta, gedung Poned di Puskesmas Kamarang dengan anggaran Rp 547,87 juta, dan gedung Poned di Puskesmas Kedaton dengan anggaran Rp 544,87 juta.
Pembangunan dan perbaikan Puskesmas, telah mengubah wajah sarana kesehatan bagi masyarakat tersebut, menjadi lebih bersih dan rapi.  Beberapa Puskesmas yang sebelumnya hanya satu tingkat, direhab total menjadi dua tingkat, sehingga terlihat megah dan lebih luas.  Secara keseluruhan, sarana kesehatan di Kabupaten Cirebon meliputi 7 rumah sakit, 56 Puskesmas, 66 Pustu, 397 Poskesdes, dan 2.509 Posyandu. Sementara, jumlah tenaga kesehatan terdiri dari 111 dokter umum, 54 dokter spesialis, 806 perawat, 854 bidan, dan tenaga non medis 325 orang.
Penduduk Kabupaten Cirebon yang berekonomi lemah mendapat pelayanan berobat gratis melalui Jaminan  Kesehatan Masyarakat (Jamkesmas) sejak tahun 2005 di rumah sakit milik pemerintah kelas III dan Puskesmas. Anggaran Jamkesmas tahun 2012 sebesar Rp 17,1  miliar untuk 816,9 ribu jiwa. Penduduk miskin yang tak masuk dalam  daftar Jamkesmas diakomodir dalam Jaminan Kesehatan Masyarakat Daerah (Jamkesda) yang dibiayai APBD Kabupaten Cirebon dan APBD Provinsi Jawa Barat. Tahun 2012 dialokasikan anggaran Jamkesda sebesar Rp 12,85 miliar untuk 5.374 jiwa. Sementara itu penduduk miskin yang tak masuk dalam daftar Jamkiesmas dan Jamkesda tetap mendapat pengobatan gratis dengan menggunakan Surat Keterangan Tidak Mampu yang dikeluarkan oleh lurah atau kepala desa.
Pelayanan kesehatan gratis di Cirebon telah membantu menurunkan angka kematian ibu tahun 2010 sebanyak 49 kasus menjadi 38 kasus pada tahun 2011. Jumlah kematian bayi tahun 2010 sebanyak 231 kasus dan menurun menjadi 222 kasus pada tahun 2011. Jumlah balita gizi buruk tahun 2010 sebanyak 2.852 kasus dan menurun menjadi 2.613 kasus pada tahun 2012.
Berbagai upaya yang dilakukan Pemerintah dalam meningkatkan pelayanan kesehatan mendapat tanggapan positif dari masyarakat salah satunya di Puskesmas Gebang. Saat ini Puskesmas direhab total menjadi dua lantai dan pembangunannya telah mencapai 80%. Puskesmas Gebang sebelumnya hanya melayani pasien rawat jalan.  Dengan rehab total saat ini rencana untuk gedung yang baru akan ditingkatkan pelayanannya dengan memberikan fasilitas rawat inap, karena selama ini banyak pasien yang sudah dirujuk ke Rumah Sakit dari Puskesmas ini untuk mendapatkan tindakan yang mengharuskan pasien harus rawat inap.  Dengan desain gedung yang semula hanya satu lantai, kini Puskesmas Gebang menjadi dua lantai sehingga diharapkan dapat melayani pasien yang harus rawat inap.  Sama halnya dengan pasien rawat jalan, kunjungan rata-rata 80 - 100 pasien setiap  harinya.  Jumlah ini cukup besar, karena memang lokasinya berada di jalan Pantura yang memudahkan akses masyarakat menuju ke Puskesmas ini. Sebelumnya, dengan banyaknya kunjungan, dan kurang memadainya gedung, kerap kali pasien menunggu sampai di luar gedung, tidak jarang pihak Puskesmas memasang tenda untuk melindungi dari terik matahari atau hujan.  Sementara gedung Puskesmas sedang dibangun, pelayanan dialihkan ke gedung Poned yang terletak di samping Puskesmas, dan kini juga berfungsi melayani pasien umum dari pagi hingga pukul dua siang. Selain di gedung Poned, pelayanan kesehatan juga diberikan di sebuah bangunan darurat yang dindingnya terbuat dari papan.
Gedung Poned di Puskesmas Gebang sudah ada sejak tahun 2011 yang berfungsi memberikan pelayanan kepada ibu hamil dan menyusui selama 24 jam. Gedung Poned dibangun untuk mendukung program Jampersal, yang semula pelayanan ini termasuk dalam pelayanan di poli KIA (Klinik Ibu dan Anak) digabung dengan pelayanan poli lainnya di satu gedung Puskesmas, kini menjadi gedung sendiri.
Rana, seorang pasien di Puskesmas Gebang, mengaku puas dengan pelayanan di Puskesmas tersebut. Ia berobat karena sakit pinggang dan dilayani dengan cepat. “Selain gratis, saya juga terkesan dengan kerja dokter dan perawat yang cepat melayani pasien,” kata pria yang bekerja sebagai tukang jahit ini. Dia berharap apabila pembangunan Puskesmas Gebang telah selesai semakin meningkatkan pelayanan.
Sementara itu Puskesmas Sedong juga masih dalam tahap pembangunan ini juga sudah dilengkapi dengan fasilitas Poned sejak setahun yang lalu. Untuk sementara pelayanan pasien umum dialihkan ke sebuah rumah yang disewa di depan Puskesmas Sedong. Sedangkan pasien hamil atau melahirkan tetap dilayani di gedung Poned yang berada di kompleks Puskesmas Sedong.
Yaya, pasien di Puskesmas Sedong, melahirkan seorang anak perempuan yang berbobot 2,7 kg pada hari Kamis (22/11/2012). Bayi itu anak pertamanya. Ia melahirkan gratis melalui program Jaminan Persalinan (Jampersal). “Berkat Jampersal saya bisa melahirkan gratis, terjamin dan menempati gedung yang bagus ini,” kata istri kuli bangunan ini.
Program Jampersal juga dinikmati Iin yang melahirkan seorang bayi laki-laki di RSUD Waled. Anak pertamanya yang kini berusia empat tahun lahir melalui jasa bidan desa. “Lebih enak melahirkan di rumah sakit karena saya dilayani dengan baik,” kata isteri penjual martabak ini.
 Secara nasional pelayanan kesehatan gratis  bagi masyarakat kurang mampu telah dilaksanakan sejak tahun 2005. Pemerintah melaksanakan  program pengobatan gratis bagi rakyat miskin di seluruh Indonesia yang tercatat dalam database Badan Pusat Statistik (BPS) melalui program Jamkesmas, sehingga bisa dirawat di rumah  sakit kelas III milik pemerintah dan Puskesmas.  Anggaran Jamkesmas meningkat dari Rp 6,3 triliun pada tahun 2011 menjadi Rp 7,55 triliun pada tahun 2012. Dana tersebut ditujukan untuk   memberikan pelayanan kesehatan gratis, serta membebaskan biaya persalinan bagi ibu hamil, di mana tahun 2011 sebanyak 1.593.456 orang  telah mendapat persalinan gratis melalui Jampersal.
Bagi rakyat miskin yang tidak masuk kuota Jamkesmas ditangani melalui program Jamkesda yang dibiayai oleh Pemda. Selain itu beberapa kabupaten/kota dan provinsi bahkan telah menggratiskan biaya pengobatan untuk seluruh warga.
Pemerintah juga melaksanakan Program Bantuan Operasional Kesehatan (BOK) ke seluruh Puskesmas. Penyaluran dana BOK dimaksudkan untuk meningkatkan upaya kesehatan promotif dan preventif. Pemerintah telah meningkatkan anggaran BOK pada tahun 2010 berjumlah Rp 215,2 miliar untuk 17 provinsi menjadi Rp 904,5 miliar pada tahun 2011 untuk 8.967 Puskesmas di 33 provinsi.
Untuk memenuhi tenaga kesehatan yang belum tercukupi, pada tahun 2011 Pemerintah telah mengangkat 10.810 PTT yang terdiri dari 2.425 dokter, 504 dokter gigi, dan 7.881 bidan. Jadi total sampai dengan tahun 2011 berjumlah 39.452 orang. Pemerintah bekerjasama dengan 13 fakultas kedokteran negeri melaksanakan Program Intersip Dokter di mana selama tahun 2010 sebanyak 401 dokter telah menyelesaikan program, dan pada tahun 2011 diikuti sebanyak 1.141 dokter.

Jumat, 08 Agustus 2014

Kata Kata Sedih Perpisahan Dengkian and Salmon.

Kata Kata Sedih Perpisahan
==========================

  1. Tak akan mungkin mengharapkan mu kembali…
Tak akan mungkin kenangan dapat berubah menjadi bunga kenanga…
Tak bisa waktu berputar kembali lagi…
Tak bisa cinta berubah menjadi benci…
Biarkan cinta yang berkata-kata di balik raungan pekat malam ku…


Waktu yang kini menjawab cerita cinta.
Semua berlalu & pergi dari sangkarnya.

Kesalahan itu tak dapat mengusir pergi kebenaran.

Pantasnya hukuman itu menyiksa diri ini.
Cinta, bila ada keabadian di hati mu…
Maka abadikan lah cinta ku.
Bersama waktu yang terus berjalan.

Senandung hati ku tak pernah mengatakan ‘sayang’ untukmu.
Itu karena aku begitu sulit untuk memahami dirimu.
Bila kau tau disini aku selalu mengharap kau mengerti aku....Ketika tiba saat perpisahan janganlah kalian berduka, sebab apa yang paling kalian kasihi darinya mungkin akan nampak lebih nyata dari kejauhan – seperti gunung yang nampak lebih agung terlihat dari padang dan dataran

Berjuta Bintang di langit.
Redup diam tak bersorak.
Tiada cahaya menentramkan hati.
Kesedihan membongkar hati ini.
Suara tangis perlahan mengisi keheningan ini.
Wahai Rembulan,dengarkanlah…
Hanya engkau yang tertinggal disana.
Hati ini sedih di tinggal kekasih hati.
Cinta telah pergi & berpaling.
Temanilah aku agar ku bisa menjaga hati ini.

Disini ada rembulan sedang menangis
Kemuning jatuh menimpa pasir putih
Sedih kusambut malam
sepedih kidung kinanti
Meloloskan diri dari kepungan sepi
Terjerat pada tikaman dusta
Menderu lukaku tiada tertahankan lagi

Dan kini aq semakin terpuruk..
terporosok di jurang yg dlm ..
tak ada yg membantu dn menyongsongku..
untuk keluar menghirup udara malam..
oh tuhan mgp jd seperti ini ?..
bukan ini yg kuinginkan..
kekecewaan, kekesalan, kecemburuan..
rasa iri, dengki, amarah, nafsu & kebingungan..
melainkan suatu sisi yg indah..
saat q bisa membagi diriku dlm 2 fase yg berbeda..
jika q telah salah langkah..
mohon ingatkan aku..
jangan biarkan aku semakin terpuruk sepi..
karna sesungguhnya aku tak tahu apa yg harus kulakukan..

Mengapa kau musti datang?
menambah beban hidup yg kelam..
tersisih asa yg hilang..
aku ingin mati..
itupun jika tuhan mempersetuju..
bukan karena km yg begitu ku cinta..
tpi karna ku memang hrus terluka.
sakit !
perih !
tapi kan pendam luka ini..
agar kau mengerti.
betapa tulus rasa cintaku..
sampai ku rela mati..
“HANYA KARENA LUKA”

Bergelayut sepinya malam.
Kuuntai hasrat brsama kelam.
Mengukir asa hati terdalam.
menulis cerita cinta sejuta kalam..
brsama hembus sang bayu.
Kuterbangkan angan melepas pilu.
Melabuhkan sejuta rindu.
namun hanya kesedihan tak berujung yg menggelayut..

Tak mungkin bisa kutaklukkan megahnya malam.
Dari dlu pagi akn berakhir dengan malam.
Tak mungkin kupungkiri hasrat di jiwa ini.
Bahwa aku tengah hampa.
Setelah berjuta asa kupadamkan.
Dengan rintik-rintik hujan malam ini...

Kata bijak dalam bepergian

Kata Bijak
Dalam hidup, akan selalu ada orang yg tak menyukaimu, namun itu bukan urusanmu. Lakukan apa yg kamu anggap benar dan ENJOY.
=========================================
Kata Bijak
Sulit tuk ucapkan selamat tinggal pada dia yg kamu cinta, tapi lebih sulit lagi ketika kenangan bersamanya tak hilang begitu saja.
=========================================
Kata Bijak
2 alasan mengapa seseorg tdk menyukaimu: 1.Kau menikmati hidupmu, 2.Ia tdk menikmati hidupnya.
=========================================
Kata Bijak
Jangan berubah tuk menyenangkan seseorang. Berubahlah karena buatmu pribadi yg lebih baik dan bawamu ke masa depan yg lebih baik.
=========================================
Kata Bijak
Terkadang, orang yg paling kamu inginkan adalah orang yg membuat hidupmu tak begitu banyak sedih jika tanpanya.
=========================================
Kata Bijak
Air mata adalah satu2nya cara bagaimana mata berbicara ketika bibir tak mampu menjelaskan apa yg telah membuat perasaanmu terluka.
=========================================
Kata Bijak Cinta
Ketika tulus, kamu tak akan menyesali pernah mencintai seseorang, tapi kamu mungkin menyesal telah percaya dia mencintaimu jg.
=========================================
Kata Bijak Cinta
CINTA slalu SETIA pd HATI, tak peduli betapa hebat LOGIKA. Tp kamu harus tahu kapan tuk gunakan logika agar hatimu tak trs TERLUKA.
=========================================
Kata Bijak Cinta
Jangan takut mencinta, hanya karena pernah terluka. Cinta sejati tak datang begitu saja, tp melalui proses sedih dan tawa bersama.
=========================================
Kata Bijak
Dalam hidup, jangan terlalu berharap, karena untuk setiap 'Hello' akan selalu berakhir dengan sebuah 'Goodbye'
=========================================
Kata Bijak Kehidupan
Semua orang melakukan salah, kamu harus cukup dewasa tuk memaafkannya, tapi kamu selalu bisa memilih tuk tak lagi mempercayainya.
=========================================
Kata Bijak
Terkadang, seseorang lebih memilih tuk tersenyum, hanya karena tak ingin menjelaskan mengapa dia bersedih.
=========================================
Kata Bijak Perpisahan
Kadang, kamu rindu seseorang, bukan karena lama tak bertemu, tp karena apapun yg kamu lakukan, kamu berharap dia ada di sampingmu.
=========================================
Kata Bijak
Ketika seseorang hanya diam atas pertanyaanmu, itu karena mereka sulit mengakuinya atau karena terlalu sakit tuk kamu tahu.
=========================================
Kata Bijak
Berhenti mencari seseorang yg sempurna tuk dicintai, lebih baik belajar dan persiapkan diri menjadi seorang yg pantas tuk dicintai.
=========================================
Kata Bijak
Jangan pernah ucapkan selamat tinggal jika masih ingin mencoba. Jangan pernah katakan tak cinta jika masih mengharapkannya.
=========================================
Kata Bijak
Jika kamu tulus mencintanya, jangan pernah hiasi matanya dgn air mata, telinganya dgn dusta, dan hatinya dgn luka.
=========================================
Kata Bijak
Salah satu bentuk penghargaan terhadap hidup kita adalah dengan menghargai hidup orang lain.
=========================================
Kata Bijak Cinta
Ketika jatuh cinta, jangan berjanji tak saling menyakiti, namun berjanjilah tuk tetap bertahan, meski salah satu tersakiti.
=========================================
Kata Bijak Kehidupan
Jadilah pribadi yang bijak. Ketahui apa yang harus dihindari dan apa yang harus diberikan perhatian penuh.
=========================================
Kata Bijak
Kesalahan adalah pengalaman hidup, belajarlah darinya. Jangan mencoba tuk menjadi sempurna. Cobalah menjadi teladan bagi sesama.
=========================================
Kata Bijak
Kita tidak sendirian dalam gelap, jalan kita akan terungkap saat kita bergerak.
=========================================
Kata Bijak Kebahagiaan
Seorang pemenang yg sesungguhnya adalah ketika dia mampu melawan amarahnya dgn kesabarannya,dan memaafkan dgn ketulusan.
=========================================
Kata Bijak Motivasi
Jangan menunggu waktu yang tepat untuk melakukan sesuatu, karena waktu tidak akan pernah tepat bagi mereka yg menunggu.
=========================================
Kata Bijak Motivasi
Jangan pernah meremehkan kemampuanmu. Jika kamu menyadari betapa kuatnya pikiranmu, kamu tak akan pernah berpikir tuk menyerah.
=========================================
Kata Bijak Motivasi
Saat kamu terjatuh, tersenyumlah. Karena orang yg pernah jatuh adalah orang yg sedang berjalan menuju keberhasilan.
=========================================
Kata Bijak Kehidupan
Apapun yg terjadi, jangan dijadikan beban. Berserah diri sepenuhnya pada Tuhan, dan yakin Tuhan telah merencanakan yg terbaik.
=========================================
Kata Bijak Muslim
Doaku hari ini: Ya Allah, terima kasih atas pagi ini. Aku mohon Engkau menjauhkan segala petaka yg mungkin akan menimpaku.
=========================================
Kata Bijak Terbaik
Selamat pagi nusantara.. Awali pagi hari dengan doa dan harapan, bukan dengan keluhan atau makian..
=========================================
Kata Bijak Terbaru
Peraturannya sederhana: Jika dia tak membuatmu lebih baik tapi lebih buruk, biarkan dia pergi.
=========================================
Kata Bijak
Menyakitkan ketika kamu menyadari bahwa selama ini kamu dibodohi oleh seseorang yg tulus kamu cintai.
=========================================
Kata Bijak
Dalam hidup, ada beberapa orang yg tak akan pernah mampu berhenti mencintai seseorang. Tak peduli betapa keras mereka mencobanya

BERITA PAPUA